Blurb
Rumah dalam Kepala berangkat dari gagasan bahwa rumah tidak selalu berupa bangunan yang berdiri di atas tanah. Ada rumah yang hidup di dalam pikiran. Tersusun dari kenangan, luka, pelukan, ketakutan, dan harapan. Rumah itu terus kita bawa ke mana pun kita pergi. Novel ini mengajak pembaca merenungkan bahwa yang paling sulit dibangun bukanlah rumah yang berdinding bata, melainkan rumah batin tempat seseorang dapat hidup berdamai dengan ingatan-ingatannya.