RUMAH DALAM KEPALA

Shinta Puspita Sari
Chapter #1

PROLOG

PROLOG

 

Lantai semen dingin di kamar kontrakan seluas tiga kali empat meter itu kini menjadi satu-satunya saksi bisu atas kejatuhanku yang paling mendasar. Di usiaku yang menjejak empat puluh satu tahun, saat pria-pria sebayaku sedang menikmati puncak stabilitas karier, obrolan santai di akhir pekan di coffee shop bersama rekan kerja, dan kehangatan pelukan keluarga, aku kini justru harus menelan ludah, mengubur gengsiku yang menjulang hingga ke dasar bumi, dan merayap kembali dari titik nol.

Seragam kemeja berwarna hitam dengan logo perusahaan terbordir tepat di dada sebelah kiri. Seperti zirah besi yang menempa dadaku. Melindungi tubuhku dari tatapan iba dunia, namun perlahan meremukkan jantung di dalam dada ini hingga tak lagi sanggup berdetak bebas.

Kemeja hitam baru itu, menggantung lemas di kapstok kayu yang lapuk. Setiap hari, aku harus menundukkan kepala. Menelan kepahitan penyesalan yang kini bukan hanya sekadar rasa sedih. Ia telah menjadi rongga menganga di dalam dada di mana jantung ini seharusnya berdetak. 

Lihat selengkapnya