Blurb
"Spons makeup itu menekan tulang pipi kiri Aisha pelan."
Empat puluh tiga menit sebelum live dimulai, selalu ada ritual diam-diam di kamar mandi, menutupi ungu dengan korektor hijau, menyusun senyum sesuai skrip, dan menghafal dialog mesra yang akan dipuja puluhan ribu orang.
Di luar sana, Amran adalah "suami idaman" dengan jutaan pengikut.
Di balik ring light, dia adalah algojo yang tahu persis sudut kamera agar cubitannya tak pernah terekam.
Sampai satu gerakan kasar tertangkap layar, dan lebam di wajah Aisha berubah menjadi tangkapan layar yang viral.
Kini pertanyaannya bukan lagi, "Apakah orang lain akan percaya?"
melainkan, "Apakah aku berani percaya pada diriku sendiri?"
Di persimpangan antara bertahan dalam kebohongan atau hancur demi kebenaran, Aisha harus memilih.
Dan pilihannya akan mengguncang bukan hanya rumah tangganya, tapi juga jutaan orang yang selama ini mengidolakan "cinta" mereka.