Blurb
Di Desa Kondangjati berdiri sebuah rumah limasan yang pintunya nyaris tak pernah terkunci. Di sanalah Aurora tumbuh, dikelilingi suara tawa keluarga besar, aroma arem-arem buatan Mbah Nar, pertunjukan wayang saat musim panen, dan dua perempuan yang sama-sama ia panggil Uti.
Uti Asiah adalah sosok yang menghangatkan rumah dengan keramahan dan kasih sayangnya. Sementara Uti Badriyah mencintai dalam diam, lewat genggaman tangan, uang saku, dan perhatian yang tak pernah meminta balasan. Keduanya membesarkan Aurora dengan cara yang berbeda, hingga rumah itu menjadi seluruh dunianya.
Namun waktu mengubah segalanya.
Ketika Aurora tumbuh menjadi remaja dengan mimpi besar untuk kuliah di Jerman, ia mulai melihat rumah itu bukan hanya sebagai tempat pulang, tetapi juga sebagai satu-satunya harapan untuk mengubah masa depannya. Di antara cinta yang tulus dan harapan yang tak pernah berani ia akui, Aurora perlahan mempertanyakan dirinya sendiri.
Masihkah disebut kasih sayang jika diam-diam ia mengharapkan balasan?