Rumah Ibu 3.915 Mil Jauhnya

Hans Wysiwyg
Chapter #10

Terbuang Sendirian Ribuan Mil Jauhnya

"Paman akan kesini, menggantikan nenek karena harus pulang karena sawah di kampung tidak ada yang mengurus. Nanti kamu pasti pulang," nenek mencoba membujukku ketika aku protes dan mengamuk saat tahu rencana kepulangannya.

Aku pikir ini menjadi kesempatanku untuk pulang. Sejak aku mendengar pertengkaran ibu tiriku dan bapak, aku merasa tidak ada kemungkinan bagiku untuk pulang kembali, karena hak asuh aku dan adik-adikku sudah sepenuhnya menjadi tanggungjawab bapak. Untuk saat ini Ibuku tidak akan kesepian karena masih ada dua adikku bersamanya, tapi jika kelak adik-adik juga dibawa kesini, maka Ibu akan sendirian.

Aku menangis mengingat itu semua itu, merasa menyesal meninggalkannya dan baru menyadari semuanya disini, ketika sudah sangat terlambat, aku tak bisa mundur.

"Nenek tidak usah berpura-pura lagi, aku sudah cukup besar sekarang untuk tahu semuanya. Aku tahu ternyata aku dibuang dari ibu kesini," protesku tak bisa menyembunyikan kemarahan.

Nenek menangis memelukku, karena aku ternyata merasa dibuang sekarang ini. Apalagi sejak tinggal di rumah baru, aku tiba-tiba mengalami alergi debu yang parah. Aku juga harus membiasakan diri dengan pekerjaan-pekerjaan rumah yang dulu tidak pernah aku lakukan karena semuanya sudah tersedia. Bahkan sekarang seisi rumah sepenuhnya bergantung kepadaku untuk mencari air bersih yang harus diambil setiap hari seusai shalat subuh dari tempat yang jauhnya tiga kilometer dari rumah.

Lihat selengkapnya