Rumah Ibu 3.915 Mil Jauhnya

Hans Wysiwyg
Chapter #1

Semua Bermula dari Desas Desus

Keributan belum mereda, masing-masing pihak bersikeras dengan tuduhannya. Ada ilmu hitam yang dilibatkan dalam kekacauan yang membuat rumah tangga ibu dan bapak menjadi runyam. Mengapa tiba-tiba bapak yang pulang dari pengabdian di sebuah kampung di kaki bukit Sumedang, memutuskan untuk menerima pinangan seorang gadis dari seorang kepala desa, padahal ia sudah menikah, dan mereka juga tahu jika laki-laki itu juga sudah menikah.

"Mereka pasti memakai guna-guna, ilmu hitam, ajian yang membuat laki-laki bertekuk lutut kepada seorang wanita. Dan para tetua juga ikut terlibat di dalamnya," begitu kicauan dari seorang adik perempuan yang masih saudara dekat dengan ibuku.

Bahkan dari keluarga bapak sendiri juga terbelah menjadi dua kubu. Sebagian setuju sebagai kodrat laki-laki yang bisa saja menikahi lebih dari satu perempuan, Sedangkan kubu lainnya beranggapan hal itu menjadi preseden buruk mengingat status dari bapak yang sudah menikah. Mereka menelusuri jejak kemelutnya sejak bapak masuk di desa di kaki gunung itu menjadi tenaga pengabdi desa.

***

Meski perkampungan itu berada di perbukitan dengan hawa dingin yang menusuk tulang, tapi air bersih sudah sejak lama tak bersahabat dengan mereka. Air berlimpah dari mata air tetapi tidak pernah sampai ke sumur dan dapur. Tetap saja setiap hari para perempuan harus berjalan kaki jauh ke kaki bukit mengambil air dari mata air yang deras yang berasal dari gunung tanpa bisa mengalirkan ke rumah mereka.

Bapak sebagai volunteer yang pertama menggagas penggunaan bambu yang melimpah di kampung itu sebagai pengganti pipa paralon yang mahal sebagai pengantar air. Sejak kedatangannya, program itu langsung di mulai, dan tidak butuh waktu lama air dari mata air di pegunungan itu berpindah tempat dengan mudah ke semua rumah di seantero desa. Dengan cepat bapak yang berwajah lumayan itu langsung populer di kalangan warga, tak terkecuali para gadis yang menyangka ia masih perjaka.

Maisyara, putri kepala desa termasuk salah satunya. Apalagi bapak juga tinggal di rumah kepala desa selama masa pengabdian desanya. Semakin sering pertemuan mereka bunga-bunga cinta juga perlahan tumbuh bersemi, apalagi Maisyara di kenal sebagai gadis tercantik di kampung tersebut.

***

Sejak kisruh rumah tangga menyeruak, setiap kali kerabat bapak bertemu, debatnya tidak pernah beralih dari pro dan kontra. Terutama Dasimah dari keluarga pihak ibu yang merasa laki-laki yang baik adalah yang bisa menjaga martabat dan harga dirinya dengan bertanggungjawab pada keluarganya.

Lihat selengkapnya