Rumah Ibu 3.915 Mil Jauhnya

Hans Wysiwyg
Chapter #5

Tentang Bapak yang Jarang Kutemui

Bapak lahir di sebuah kampung kecil di pinggiran sungai di sebuah dusun. Masa kecilnya yang indah dihabiskannya tidak di kampungny sendiri, tapi justru di banyak tempat di perantauan.

Bapak seperti juga kakekku adalah orang pintar di kampung, menjadi tengku bagi anak-anak kampung untuk belajar mengaji.

Rumahnya adalah sebuah pesantren kecil, tempat anak-anak dari berbagai penjuru kampung belajar mengaji. Dimulai sebelum maghrib mereka berbondong-bondong memenuhi rumahnya sehingga hampir seluruh rumah itu dipenuhi setiap sudutnya dengan anak-anak yang belajar mengaji. Mereka semua membawa daun kelapa kering yang diikat jadi satu, awalnya aku tak tahu untuk apa, barulah ketika mereka pulang mengaji pada malam hari setelah Isya dan membakarnya untuk menerangi jalan pengganti senter barulah aku tahu gunanya.

Ditempat dan lingkungan seperti itulah ayahku lahir, sehingga kemudian bapak mewarisi banyak kepandaian kakek, termasuk dalam soal mengaji dan menggambar. Karena kakek ternyata seorang kyai yang juga telaten dan piawai memperbaiki jam salah satu yang juga dibutuhkan dalam menggambar. Bapak kemudian juga dikenal piawai menggambar vigyet, gambar minimalis dengan garis ringan untuk menggambar berbagai bentuk yang juga kukagumi keahliannya.

Lihat selengkapnya