RUMAH IMPIAN ASTI

Sarjana MIPA
Chapter #15

Chapter 15. ASTI INGIN SEGERA KELUAR DARI RUMAH

Asti berjalan sambil masih mengeluarkan air mata, suara isak tangisnya berubah menjadi suara gemetar. Seluruh badannya bergetar. Sesampainya di rumah Arif, orangtua Arif terkejut melihat dirinya datang sambil sesenggukan hingga bicaranya tersendat-sendat. Arif turut serta menyambutnya di muka rumah, ia langsung tertawa melihat penampilan Asti yang kusut. Asti menjelaskan pada mereka dengan susah payah apa keperluannya datang ke rumah mereka.

"Eh Asti, kenapa kok nangis?" Tanya ibu Arif panik.

"Ma...u pin...je...em buku...L...hek...K...hek...S A...rif hek." Gadis bertubuh kurus itu berbicara dengan tersengal-sengal. Nada suaranya parau. Airmatanya tak berhenti mengalir.

"Masuk dulu masuk dulu yok! Aduh kok nangis begini. Ccckkk...mamakmu tuh ya, galak kali sama anak. Gak boleh begitu. Abis dimarahin kamu kan?" Bujuk ibu Arif.

"E...ng...gak mau lang...hek...sung pulang. Mau nger...jain PR un...hek...tuk besok." Tolak Asti.

"Ya tapi kamu kayak gini. Hapus dulu air matanya. Berenti dulu nangisnya. Ya ampun sampe kayak gini kamu nangisnya." Ucap ibu Arif dengan perasaan iba.

"Ipah tu ya sama anak kejam kali." Ucap ayah Arif dengan nada prihatin.

"Buku apa rupanya yang mau dipinjam itu?" Tanya ibu Arif.

"LKS IPA." Sahut Asti.

"Masuk dulu yok!"

Asti menggeleng. Airmatanya sudah berhenti, menyisakan senggukannya yang terus menghantam dadanya. Ibu Arif masuk ke dalam rumah mengambil apa yang Asti minta, kemudian kembali ke teras, lalu memberikan buku yang Asti maksud padanya.

"Pin...hek...jem dulu hek ya."

Lihat selengkapnya