Asti sangat senang, pasalnya ia baru saja mendapatkan jas hujan baru. Setelan jas hujan itu berwarna merah jambu. Setelan itu terdiri dari baju lengan panjang dengan hoodie dan celana panjang. Dengan jas hujan ini, Asti bisa tetap pulang walaupun hujan deras sedang turun. Biasanya, jika Jakarta sedang dilanda musim penghujan Asti tidak bisa cepat sampai ke rumah, karena ia harus menunggu hujan sampai mereda. Jas hujan ini sebenarnya bukanlah yang dibelikan oleh orang tuanya, tetapi merupakan pemberian dari tetangga depan rumahnya yang sangat kaya raya. Tetangga depan rumahnya itu bernama kak Mawar.
Sebenarnya sudah lama Asti meminta jas hujan pada ibunya, tetapi ibunya selalu memiliki alasan untuk menolak permintaan Asti yang urgent itu. Sebenarnya Asti tahu, ibunya yang pelit itu tidak ingin mengeluarkan uang untuk membelikannya jas hujan, jadi alasan lain itu hanyalah yang dibuat-buat saja. Asti sangat kesulitan bila musim penghujan sudah tiba. Di rumahnya, payung hanya ada 1, itu pun merupakan hadiah dari susu Dancow. Sebab ibunya yang punya usaha warung kecil, selalu rutin membeli susu sachetan yang menjadi favorit pelanggan itu berpack-pack. Jadi sering sekali ibunya mendapat hadiah dari produsen, beberapa bulan lalu ibunya mendapat kaos dari susu itu. Kaos oblong yang kadang dipakai oleh ibunya kadang dipakai oleh ayahnya itu berwarna kuning dan bertuliskan logo produk, sama seperti payung itu. Bukan hanya produsen susu itu yang memberikan hadiah, piring-piring; gelas-gelas; dan mangkok yang dipakai keluarganya di rumah juga merupakan hadiah dari produsen detergent dan sabun cuci.
Jadi, memngingat itu semua, Asti paham mengapa permintaannya atas jas hujan dari kelas 2 sampai kelas 5 SD tidak pernah dituruti. Kak Mawar, sekarang sudah SMP, jadi jas hujan itu tidak muat lagi di tubuhnya. Bukan sekali ini kak Mawar memberikan Asti barang-barang bekas pakainya. Dari semenjak Asti masih sangat kecil, kak Mawar sudah memberikan banyak baju bekas, boneka-boneka yang sudah tak ia inginkan, makanan, oleh-oleh jika baru pulang dari luar kota, sampai zakat. Bagi kak Mawar, Asti adalah tempat pembuangan barang-barang yang sudah tidak terpakai atau sudah tidak disenangi lagi. Jika kak Mawar sudah bosan atas sesuatu, ia akan mengopernya pada Asti. Karena mereka sama-sama anak perempuan. Lagipula, Asti memang sangat membutuhkan barang-barang bekas itu. Sebenarnya banyak anak-anak perempuan lain seusia Asti di lingkungan itu, tapi kak Mawar lebih memilih Asti, karena keluarga Asti terlihat sangat memprihatinkan, selain itu ibu Asti juga sering meminta sesuatu yang dibutuhkan Asti pada kak Mawar lewat asisten rumahtangga kelurga kak Mawar yang acapkali berbelanja di warung ibu Asti.