RUMAH IMPIAN ASTI

Sarjana MIPA
Chapter #17

Chapter 17. ABOUT ACHIEVEMENT

Asti baru saja masuk SMP. Nilai ujian akhir sekolahnya yang bagus berhasil mengantarnya ke sekolah unggulan di kotanya. Sesuai harapan ibunya sejak ia masih duduk di bangku kelas 3 SD. Ia sudah berusaha keras. Hampir setiap hari menjelang ujian akhir nasional tiba, ia selalu bangun pukul 3.30 pagi untuk belajar ataupun mengerjakan tugas praktek akhir sekolah. Mencatat dan menghafal semua soal-soal krusial beserta pemecahannya.

Di kelas barunya, ketika perkenalan banyak sekali siswa yang perolehan nilai ujian akhirnya lebih tinggi dari nilainya. Pencapaiannya hanya sedikit di atas nilai ambang bawah syarat masuk SMP unggulan ini. Nyali Asti sedikit menciut ketika memandangi satu persatu wajah teman-teman barunya itu. Asti berpikir mereka semua pasti lebih pintar darinya. Asti takut tidak mampu bersaing ke depannya.

Masa orientasi siswa yang dijalaninya sudah sampai pada hari ketiga. Siang hari ia dan teman-temannya dikumpulkan di kelas, dan ketika sore hari mereka dikumpulkan di lapangan sekolah. Angkatannya dijadwalkan masuk siang. Hari ini ia dan murid baru lainnya sedang berusaha mendapatkan tanda tangan guru dan para kakak kelas. Kadangkala ketika sedang mengejar tanda tangan itu, Asti tergabung dengan murid baru dari kelas lain, Asti selalu memperhatikan wajah-wajah baru di hadapannya. Banyak wajah-wajah yang menarik, tidak seperti teman-teman lamanya di SD dulu.

Tak terasa hari sudah menjelang sore, seluruh murid baru dikumpulkan kembali di lapangan sekolah. Asti telat mengikuti arahan karena sibuk mengejar tanda tangan yang jumlahnya sudah ditargetkan para senior, tanda tangan yang ia kumpulkan masih jauh dari target. Ia masih berdiri di balkon lantai 2 depan ruangan guru. Matanya menatap ke bawah, para murid baru sudah rapi berbaris sesuai dengan kelasnya, dan kakak kelas serta para guru yang membimbing sudah berkumpul di hadapan murid yang sedang menjalani masa orientasi. Ketika mata Asti sedang memindai wajah-wajah baru itu dari atas, ada sepasang mata yang menatapnya balik. Sebenarnya Asti tak fokus melihat pada pemilik mata itu, namun karena si pemilik mata menatapnya lekat, Asti pun menatapnya balik.

Lihat selengkapnya