Sudah beberapa hari ini Ipah menangis. Wanita muda itu terus memikirkan kalimat dari ibunya, yang menyuruhnya untuk segera pulang kampung saja. Dengan kondisi ekonomi yang semakin menurun, ibu Ipah tidak yakin dengan kesanggupan keluarga kecil anak perempuannya untuk tetap bertahan di kota sebesar Jakarta. Ibu Ipah bisa melihatnya di kunjungan terakhirnya dua tahun lalu.
Dengan berat hati Ipah mendiskusikannya pada seluruh anggota keluarga. Suaminya yang tidak bisa apa-apa itu ikut saja dengan keputusan sang mertua perempuan. Asti yang paling terakhir diberi tahu.
Sebenarnya gadis remaja itu keberatan, mengingat ia sudah sampai di tahun terakhir sekolahnya. Semester satu dua bulan lagi akan berakhir. Selanjutnya tinggal menjalani semester dua tidak sampai enam bulan, Asti sudah akan melaksanakan tes kelulusan. Tapi nampaknya ibunya sudah tidak sabar. Air matanya terus mengalir tak henti. Asti juga sebenarnya sudah tak tahan menahan lapar di sekolah karena seluruh uang jajannya ditabung untuk membayar uang SPP. Akhirnya Asti pun menuruti saja. Berharap dengan pulang ke kampung ibunya, sekolahnya bisa lanjut. Terus berada di Jakarta pun ia ragu tetap bisa melanjutkan sekolah sampai SMA.
Tapi ada satu hal yang sangat gadis itu inginkan. Ia menginginkan agar ayahnya tak usah ikut. Biar tinggal saja di Jakarta atau bercerai saja. Karena ia sangat yakin, laki-laki ini di sana akan tetap menyusahkan, tak akan berubah, sehingga akan menjadi beban saja. Tapi ia hanya anak kecil, pendapatnya tak akan didengar. Sebelum ini, Asti sudah sering mengusulkan agar orangtuanya segera bercerai, tapi akhirnya mereka kembali bersama lagi, padahal sudah akan mengajukan ke pengadilan agama.
Asti hanya ingin ibunya fokus pada hidup anak-anaknya yang sudah terlanjur ada di dunia ini. Bukan memikirkan percintaan saja. Asti sudah berangan bila mereka cerai, ia ingin membantu ibunya bekerja sambil tetap sekolah. Sampai ia dan adiknya selesai sekolah tinggi. Tapi idenya itu luntur ketika lelaki pemalas itu tidak mau meninggalkan rumah yang bukan hasil pencariannya. Rencana Asti buyar semua. Tetapi ia tidak mau tahu, pokoknya dalam tekadnya, ia tetap harus sekolah sampai ke perguruan tinggi.