Rumah itu, Kita selalu

Arisyifa Siregar
Chapter #1

0. Prolog

Pintu terbuka dengan dorongan lemah, nyaris tanpa tenaga.

Sora melangkah masuk, bahunya melorot dengan nafas panjang yang menandakan tubuhnya sudah hampir menyerah setelah seharian dipaksa bertahan. Ia sudah menahannya sekuat tenaga, tapi begitu melewati pintu, ia ingin segera menjatuhkan tubuhnya asal, saking lelahnya.

Sepatunya terasa seberat timah dan kepalanya sesak oleh derau ocehan orang-orang yang seharian ia dengar. Satu-satunya hal yang ia inginkan saat ini hanyalah ketenangan. Ia tidak ingin bicara, tidak ingin bertemu siapapun, dan tidak ingin melakukan apapun setelah ini.

Setidaknya itulah yang ia harapkan. Namun saat kakinya menjejak ruang tamu, ia dipaksa kembali ke realita, ia mengharapkan hal yang mustahil untuk keadaannya saat ini.

Lihat selengkapnya