Rumah itu, Kita selalu

Arisyifa Siregar
Chapter #1

0. Prolog

Derit samar pintu terdengar saat terdorong lemah, disusul langkah kaki yang nyaris kehabisan tenaga. Sora masuk sambil menyandarkan bahunya ke daun pintu, menghela napas panjang, memaksa tubuhnya tetap berdiri setelah sejak tadi dipaksa bertahan. Ia sudah mati-matian menahan diri di angkutan umum, dan begitu melewati pintu rumah, rasanya ia ingin langsung menjatuhkan tubuh ke lantai saking lelahnya.

Ia melepas sepatu yang terasa seberat timah, menundukkan kepala yang sesak oleh derau suara orang-orang sepanjang perjalanan. Yang ia dambakan sekarang hanya ketenangan, tak ingin bicara, tak ingin bertemu siapa pun, tak ingin melakukan apapun lagi malam ini.

Namun harapan itu jelas hanya angan.

Begitu kakinya menjejak ruang tamu, realitas langsung menyambarnya. Kelopak matanya yang berat menangkap pemandangan yang tak pernah lagi masuk dalam logikanya selama sepuluh tahun terakhir.

Di sana, dalam satu ruangan yang sama, lima orang duduk menunggunya. Tatapan mereka jatuh bersamaan ke arahnya; sesal yang membebani, cinta yang belum selesai, kasih sayang yang meluap, perseteruan yang tak pernah benar-benar padam, dan perasaan yang meluap.

Lihat selengkapnya