Rumah Jati Baru

Rika Ismayanti
Chapter #14

Bab 14: Pernikahan di Atas Awan

Pagi itu, Lembang diselimuti kabut tipis yang merayap di antara batang-batang pohon pinus. Udara dingin yang menggigit terasa seperti pelukan yang menyegarkan bagi Bumi. Ia berdiri di depan cermin besar di sebuah vila kayu yang disewa untuk prosesi pernikahan. Di cermin itu, ia tidak lagi melihat pria pucat dengan mata cekung yang menghuni Rumah Jati Baru. Ia melihat seorang pria dengan bahu yang tegak, mengenakan setelan tuxedo abu-abu arang yang pas di badannya.

"Kau melamun lagi?" suara Aris memecah keheningan.

Bumi menoleh. Aris berdiri di sana, tampak sangat kontras dengan dirinya yang biasanya mengenakan jas putih dokter. Aris mengenakan tuxedo hitam klasik dengan dasi kupu-kupu yang sedikit miring. Tangannya gemetar saat mencoba merapikan manset kemejanya.

"Dokter Aris yang tenang ternyata bisa gemetar juga," goda Bumi sambil melangkah mendekat untuk membantu Aris merapikan dasinya.

"Ini lebih menegangkan daripada operasi craniotomy pertama saya, Bumi," aku Aris sambil tertawa gugup. "Di ruang operasi, saya tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi pendarahan. Tapi di depan altar nanti... saya takut lidah saya kelu saat mengucapkan janji."

Bumi menepuk bahu Aris. "Ingat apa yang Dokter katakan padaku dulu? Bahwa hidup adalah tentang ritme. Ikuti saja ritme jantungmu, Dok. Dia tahu jalan pulangnya."

Aris menatap Bumi dengan pandangan mendalam. "Terima kasih sudah menjadi saksi di sini, Bumi. Kau bukan sekadar pasien bagiku. Kau adalah pengingat mengapa aku memilih menjadi dokter."

Detail Keanggunan Citra.

Di sisi lain vila, di kamar yang berbeda, suasana jauh lebih harum. Bau parfum mawar dicampur dengan aroma hairspray dan bedak tabur. Suster Citra duduk di depan meja rias. Gaun pengantinnya adalah sebuah mahakarya: putih porselen dengan brukat halus yang membentuk pola sulur tanaman, mengingatkan Bumi pada garis-garis "Penerimaan" yang ia gambar di koridor rumah sakit.

"Bagaimana penampilanku, Sekar?" tanya Citra pada kakak Bumi yang membantunya memasang kerudung transparan (veil).

Lihat selengkapnya