BELENGGU RUMAH KACA

KUMARA
Chapter #3

MISTERI

Selama 30 menit sudah Kenzy hanya duduk di sofa merah, sesekali mengawasi Roy yang sedang berlatih memainkan piano dengan guru perempuannya, Hana. Sejak kedatangan Hana tadi siang, perempuan muda itu tak banyak bicara. Kulitnya juga pucat dengan rambut pendek disemir coklat, Kenzy sampai bingung kenapa orang-orang yang dia jumpai di rumah kaca ini semuanya berkulit pucat. Pandangan Kenzy berpindah ke luar, ke halaman samping tempat di mana Bu Risma sedang memotong rumput-rumput jepang.

Tiba-tiba saja darah Kenzy berdesir tatkala di belakang tubuh Bu Risma, dari balik pohon-pohon di hutan, tampak bayangan seorang perempuan sedang mengintip. Kenzy tersentak, tubuhnya langsung bangkit berdiri, dia berlari buru-buru keluar mau memanggil Bu Risma. Tapi setelah dia sampai di halaman berumput, sosok perempuan itu telah menghilang. Hanya ada Bu Risma yang masih terus memotongi rumput sambil menatap nanar kenzy.

"Kamu kenapa? Les pianonya sudah selesai?" tanya Bu Risma.

"Apa di sekitar sini ada rumah lain, Bu? Selain rumah kaca ini, apa nggak ada tetangga di sekitar sini?" Mata Kenzy terus mengawasi pohon-pohon tinggi di belakang badan Bu Risma.

"Ada, tapi jauh. Mungkin ke dalam perut hutan sana, kenapa ya?"

"Apa yang tinggal di sana perempuan?" Kenzy bertanya lagi.

"Soal itu saya nggak tau, saya juga belum pernah mastiin. Soalnya saya juga dilarang sama pak Vincent pergi ke hutan sendiri, saya takut."

"Sebetulnya ... saya tadi liat ada bayangan perempuan dari hutan sana," ungkap Kenzy setengah ngeri.

Lihat selengkapnya