Seminggu sudah kami mendekam di dalam Griya Dimensi, dikelilingi rumput raksasa yang tingginya ngelewatin antena TV. Kalau di Jakarta seminggu nggak keluar rumah itu namanya self-healing, di sini namanya self-torture atau siksaan batin.
Stok makanan kami mulai di zona `merah pekat. Indomie tinggal sisa-sisa perjuangan-dua bungkus lagi rasa Cakalang, beras tinggal dua liter, dan telur tinggal satu—yang kami jaga kayak pusaka keramat di kulkas.
Masalahnya, "Pajak Injek Bumi" dari geng Raptor pimpinan Si Codet jalan terus tanpa ampun. Tiap pagi, itu kadal-kadal preman dateng gedor-gedor pagar pake ekornya yang kayak pecut baja.
DUNG... DUNG... DUNG...
"Woi! Cemilan Berjalan! Keluar lo!" teriak Si Codet lewat Aura Penerjemah. Logatnya makin hari makin persis preman Tanah Abang yang lagi laper kronis. "Mana jatah harian?! Perut anak-anak udah pada konser nih! Jangan sampe gue panggil Bang T-Rex buat nendang nih kotak putih sampe ke kutub!"
Saya ngintip dari balik gorden. Ada Si Codet bareng dua anak buahnya yang kurus-kurus tapi mukanya licik banget. Mereka mondar-mandir di depan pagar, lidahnya yang panjang menjilat-jilat udara, mungkin lagi ngebayangin pahaku dijadiin ham.
"Papa... kasih apa kita hari ini?" bisik Wati. Wajahnya udah nggak pucat lagi, tapi lebih ke arah pusing bin emosi. "Madu Pak Anto jangan disentuh ya, Pa! Itu Madu Grade S, buat obat atau kalau kita bener-bener sekarat aja. Sayang kalau dikasih ke kadal-kadal laper itu. Sereal sisa semalem tinggal dikit. Kalau dikasih mereka, kita makan apa nanti siang? Masa kita makan rumput gajah di depan?"
Tiba-tiba, TV Tabung PD Ghaib di pojok ruangan mengeluarkan bunyi TING! yang nyaring.
[NOTIFIKASI BAHAN MAKANAN LOKAL]
[DITEMUKAN BAHAN ORGANIK DISEKITAR ANDA:]
[1. TELUR OVIRAPTOR: BESAR, GURIH, SATU BUTIR CUKUP UNTUK SATU RT.]
[2. PAKIS FIDDLEHEAD RAKSASA: SAYURAN HIJAU RENYAH, KAYA SERAT.]
[3. MADU HUTAN PURBA: RASA TAJAM, COCOK UNTUK SAUS BAKARAN.]
[4. BIJI LADA MERCON: SANGAT PEDAS, PENGGANTI CABAI RAWIT.]
[5. JAMUR KUPING PURBA (TEKSTUR KENYAL, COCOK UNTUK TUMIS).]
"Tuh liat, Ma! Ada bahan baru!" seru Ryu sambil menunjuk layar TV. Dia langsung membetulkan letak topi polisi mainannya yang miring. "Tapi kata Polisi Labrador, kita nggak boleh belanja sendiri kalau di luar banyak monster nakal. Kita minta dianterin kurir"
"Kurir apaan, Dek? Ga ada ojol disini," sahut Abby lemas sambil nyender di sofa. "Visual laper aku udah nggak aesthetic banget, Pa. Mata aku udah berkunang-kunang kayak dapet handphone rusak."
Kesabaran Wati akhirnya meledak. Mungkin karena dia laper, atau mungkin karena dia stres liat stok bawang merahnya sisa dua siung. Istri saya itu nyambar sutil sakti andalannya, terus melangkah ke pintu depan dengan langkah mantap yang bikin lantai keramik bunyi tuk-tuk-tuk.
"Ma! Mau kemana?! Bahaya, itu kadal bukan kucing anggora!" teriakku panik.