RUMAH KAMI PINDAH DIMENSI Setiap Tanggal Satu PADAHAL BELUM LUNAS

PapaDi_YSELnury
Chapter #18

3.7: Gatcha Ampas atau Emas?

Suasana di ruang tamu Griya Dimensi mendadak mencekam, lebih tegang daripada saat pengumuman hasil tes CPNS atau saat menunggu kepastian diskon token listrik di akhir tahun. Layar TV Tabung itu memancarkan cahaya warna-warni yang berputar cepat, suaranya mendengung kencang seperti mesin cuci yang lagi spin maksimal tapi diisi batu bata.

"Ayo, Dek! Pencet yang kenceng! Semoga dapet robot tempur yang bisa berubah jadi helikopter atau minimal lightsaber kayak punya ksatria galaksi!" seru Abby sambil menyiapkan kamera tabletnya, matanya berbinar penuh harap.

Ryu, yang sudah memakai topi polisi mainannya dengan posisi miring ke kanan agar terlihat lebih "senior", menatap tombol itu dengan dahi berkerut. "Sabar, Kakak. Menurut Polisi Labrador, kita nggak boleh buru-buru. Harus cek prosedur keselamatan dulu," gumam Ryu dengan nada sotoy yang sangat meyakinkan. Dia menekan tombol 'TARIK GATCHA' dengan telunjuk mungilnya yang mantap.

TING! TING! TING! JREEEEENG!

Cahaya putih menyilaukan meledak dari layar TV, memaksa kami semua menutup mata rapat-rapat. Sesuatu yang padat, dingin, dan lumayan berat tiba-tiba terlempar keluar dari slot VCR, mendarat tepat di pangkuanku yang lagi duduk selonjoran.

"Aduh! Apaan nih? Berat banget! Kayak kejatuhan martil!" keluhku sambil meraba-raba benda itu di tengah sisa-sisa cahaya yang masih berpendar.

Begitu cahaya meredup, kami semua melongo. Di pangkuanku bukan pedang laser yang bisa membelah gunung, bukan juga perisai vibranium yang anti-peluru. Melainkan sebuah kotak plastik berwarna pink neon transparan dengan tulisan glitter perak yang sangat mencolok di atasnya.

"Hah? Kotak apa ini, Pa? Kok kayak kotak mainan makeup Abby waktu kecil?" Wati mendekat, masih memegang sutil dengan posisi siaga satu, siap memukul kalau-kalau kotak itu tiba-tiba meledak atau mengeluarkan monster kecil.

Ryu membaca label yang tertempel di kotak itu dengan mengeja lambat, jarinya menelusuri setiap huruf seolah sedang membaca laporan audit TK. "Pa-ket... Si... Pa-ling... Eks... Eks-is. Le-vel... Su-per... Ra-re. Laporan komandan! Barangnya warna pink, sepertinya ini barang rahasia militer!"

Aku membuka kotak itu dengan tangan gemetar. Isinya ada dua benda yang bener-bener nggak nyambung sama situasi survival kami:

1.    Sebuah kacamata hitam dengan filter pelangi di lensanya, bentuknya persis kacamata yang dipakai artis dangdut atau pesulap gagal tahun 2000-an.

2.    Sebuah tongkat besi panjang yang bisa dipendekkan sampai seukuran pulpen, tapi bahannya lentur kayak karet ban truk.

"Ini... ini cuma kacamata sama tongsis, Pa?" Abby kecewa berat, bahunya merosot. "Dih, ampas banget gatcha-nya! Kita butuh senjata nuklir, bukan alat buat ngonten di Citayam Fashion Week!"

Tiba-tiba, TV mengeluarkan pemberitahuan.

[SELAMAT! ANDA MENDAPATKAN ITEM LEGENDARIS: 'SELFIE KIT ANTI-DIMAKAN'!]

[ITEM 1: KACAMATA 'BESTIE FILTER'.]

Lihat selengkapnya