Blurb
Di mata kelas pekerja, kengerian sejati bukanlah bayangan hitam di sudut ruangan, melainkan bunga KPR floating dan bon material yang membengkak.
Terancam diusir dari kontrakan, Budi memaksakan diri membeli rumah lelang rongsokan di Cileungsi. Berbekal ego yang tinggi dan dompet yang tipis, sang Project Manager di siang hari ini berubah menjadi kuli bangunan tunggal di malam hari demi menghemat Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Sayangnya, Blok Seram No. 13 tidak hanya bermasalah pada atap bocor dan dinding berjamur. Rumah itu menyimpan sebuah TV Tabung Jati raksasa yang diam-diam berdetak sebagai gerbang anomali dari dimensi lain. Saat hukum fisika mulai rusak, semennya menentang gravitasi, dan entitas misterius mencuri daya token listriknya, Budi dihadapkan pada dua pilihan: lari ketakutan atau marah karena rugi bandar.
Berbekal Kunci Inggris, sarkasme getir, dan ancaman audit keuangan dari istrinya yang galak, Budi menolak mundur. Ia siap beradu mekanik melawan sistem kosmik yang tak masuk akal. Karena di dunia yang harga berasnya terus naik, tidak ada satu entitas pun yang boleh menumpang gratis di rumah seharga empat ratus juta miliknya!
Prequel dari "Rumah Kami Pindah Dimensi Setiap Tanggal Satu Padahal Belum Lunas"
Sebuah bagian cerita dari Griya Dimensi Universe