RUMAH KEDUA

Marlon Anaka
Chapter #4

KEPERCAYAAN

Setelah pertemuan pertama itu, nama Peter Hoffmann semakin sering terdengar di

rumah kami.

Awalnya hanya sesekali.

Lama-lama hampir setiap beberapa hari.

Kadang Peter datang ke rumah.

Kadang Ayah yang pergi menemuinya.

Kadang mereka makan bersama.

Kadang Ayah pulang cukup malam dengan membawa cerita tentang rencana bisnis

yang menurutnya sangat menjanjikan.

Aku tidak terlalu mengerti bisnis.

Jujur saja, waktu itu aku juga tidak terlalu tertarik.

Yang aku tahu, Ayah sedang bersemangat.

Dan sudah cukup lama aku tidak melihat Ayah sesemangat itu ketika membicarakan

pekerjaannya.

"Peter punya rencana besar," kata Ayah suatu malam.

Ibu yang sedang mengambil lauk berhenti sebentar.

"Seperti apa?"

"Dia mau membuka perusahaan di sini."

"Sudah ada tempatnya?"

"Sedang dicari."

Aku hanya mendengarkan dari ujung meja.

Beny tetap sibuk dengan ponselnya.

Ayah kemudian menjelaskan panjang lebar.

Tentang peluang usaha.

Tentang investasi.

Tentang kemungkinan kerja sama dengan beberapa pihak.

Tentang keuntungan yang bisa didapat kalau semuanya berjalan sesuai rencana.

Aku tidak memahami sebagian besar pembicaraan itu.

Tapi aku bisa melihat satu hal.

Ayah percaya kepada Peter.

Bukan sekadar percaya sebagai teman bisnis.

Lebih dari itu.

Ayah mulai menganggap Peter sebagai orang yang bisa membantunya

mengembangkan usaha.

Peter juga pintar membangun hubungan.

Dia tidak hanya berbicara soal uang.

Kadang dia bertanya tentang keluarga.

Tentang aku.

Tentang Beny.

Bahkan pernah suatu sore dia datang membawa cokelat dari negaranya.

Diberikannya kepada kami begitu saja.

"For you…."

Aku menerimanya.

"Thank you."

Peter tertawa kecil.

Entah kenapa, hal-hal kecil seperti itu membuatnya terasa bukan seperti orang asing.

Dia mulai menjadi bagian dari percakapan di rumah kami.

Ibu juga semakin mengenalnya.

Kalau Peter datang, Ibu selalu menyiapkan minuman dan makanan.

Kadang mereka berbicara cukup lama.

Aku tidak pernah melihat sesuatu yang aneh.

Lihat selengkapnya