Blurb
"Di rumah ini, tidak ada darah yang tumpah. Hanya ada otoritas yang dipotong pelan-pelan di atas meja makan."
Bagi Sari (17), rumah subsidi beralas keramik 40x40 sentimeter di Tanjung Pandan itu bukan lagi tempat pulang, melainkan arena perang dingin. Kehadiran Rania—analis muda Diskominfo yang dinikahi Ayahnya secara mendadak—dan tangisan bayi Aria telah menggeser posisi Sari menjadi orang asing di rumahnya sendiri.
Ayahnya, seorang PNS Bappeda yang terbelit utang dan terobsesi pada citra keluarga bahagia, menuntut Kepatuhan Absolut. Namun, Sari menolak menjadi korban yang meratapi nasib. Berguru pada Dinda Maharani Hartono—sepupu Ayahnya yang kaya, pembangkang, dan dibuang keluarga besar—Sari mengeksekusi "Strategi Parasit": tampil sebagai anak paling patuh secara lahiriah, sambil menghisap setiap rupiah sumber daya rumah tangga demi membidani kemerdekaannya sendiri.
Didukung bimbingan batin Dinda dan boncengan motor Bagas di setiap subuh, Sari melatih otaknya dari jam sepuluh malam hingga jam dua subuh. Hingga suatu malam, di tengah deru hujan badai Belitung, Sari meletakkan selembar kertas HVS hijau di samping piring ikan selar Ayahnya: LULUS SELEKSI NASIONAL SNBT UI 2027 - ILMU HUKUM.
Sebuah novel psychological family drama yang menguliti patriarki birokrasi, eksploitasi domestik, dan dinginnya kemerdekaan seorang anak perempuan.