Blurb
"Penjara paling kejam bukanlah yang berdinding besi, melainkan rumah yang memaksamu pura-pura amnesia atas lukamu sendiri."
Di rumah yang aromanya berubah menjadi minyak telon dan kepura-puraan, Sari menyadari satu hal: ia sedang ditumbalkan secara halus demi ego ayahnya dan posisi ibu tiri barunya. Tidak ada teriakan, hanya penyingkiran sistematis yang dingin.
Tapi mereka lupa: anak perempuan yang dipaksa dewasa terlalu cepat adalah musuh paling berbahaya.
Dibekali doktrin Strategi Parasit dan kartu platinum dari Dinda Maharani Hartono, Sari memainkan peran sebagai penonton yang patuh. Setiap senyuman palsu di meja makan adalah kalkulasi, dan setiap sen yang terperas adalah jalan menuju tiket keluar.
Sebab beberapa rumah tidak dirancang untuk memberi kehangatan—melainkan melahirkan penjahat yang paling tenang.