Rumah Nenek di Atas Bukit

Oleh: Dwi Tirtowinoto

Blurb

Alyn, seorang remaja berusia 14 tahun, terpaksa meninggalkan kehidupan nyaman di Palembang untuk tinggal bersama neneknya di kampung Sungai Limau, Sumatera Barat. Bersama tiga adiknya yang masih kecil, Alyn harus menghadapi tantangan berat: mengerjakan pekerjaan rumah yang tak ada habisnya, mengurus adik-adiknya, dan bertahan hidup dalam kondisi yang serba kekurangan. Dari pagi hingga malam, ia mencuci piring, menggiling cabe, dan berjuang melawan kemarahan nenek yang tak pernah berujung.
Kehidupan di gudang yang sempit dan bau pesing membuat Alyn dan adiknya ketakutan. Namun, sekolah menjadi pelarian Alyn. Di sana, ia mendapatkan kasih sayang dari guru dan teman-temannya, serta menjalani petualangan kecil sebagai mak comblang dengan imbalan makanan. Meskipun hidup dalam kesulitan, Alyn tetap murah hati, berbagi rezeki dengan nenek dan tantenya.
Saat kembali ke Jakarta, nenek dan tantenya mengucapkan selamat tinggal dengan air mata. Alyn meninggalkan kampung dengan kenangan manis dan tanda cinta berupa renda Palembang dari neneknya, serta kue lapek koci dari tantenya. Kisah ini menggambarkan ketahanan, cinta keluarga, dan harapan di tengah kesulitan.

Lihat selengkapnya