Rumah Nenek di Atas Bukit

Dwi Tirtowinoto
Chapter #11

BAB 11 PKK DI SEKOLAH DAN HILANGNYA JATAH MAKAN SIANG

Kisah Alyn tidak bisa masak ternyata sampai ke sekolah. Sungai Limau adalah kampung kecil, sehingga cerita apapun cepat menyebar dari mulut ke mulut. Tidak bisa masak nasi hingga nasi badatuih juga sampai ke kelasnya. Tentu saja Alyn tidak bisa marah, karena itu adalah fakta.

Suatu hari ketika Alyn memotong sayur oyong di rumah nenek Rakena sesaat sepulang sekolah, kebetulan Gusti Aida mampir dan tertawa terbahak-bahak karena Alyn salah potong. Sayur itu seharusnya dipotong miring, tetapi Alyn memotongnya lurus. Menurut Teta kepada Ida, nama kecil Gusti Aida, Alyn hanya bisa giliang lado.

Alyn diam saja, karena memang sejak awal tidak pernah mau masak. Ketika di Palembang, dia juga tidak pernah membantu Mak Zuarni memasak, maka tak perlu heran kalau dia tidak bisa masak. Alyn benci memasak. Lagi pula, Alyn lebih suka makan pempek, bukan sayur, ikan, atau daging. Jadi, dia tak peduli.

Suatu hari, ada pelajaran PKK di sekolah dengan acara masak-memasak. Cerita yang beredar di kelas adalah jangan sekelompok dengan Alyn karena dia tidak bisa masak. Dia tersenyum saja mendengar berita itu dari Kartinah. Dia tidak marah, karena itu adalah fakta. Dia memang tidak bisa dan tidak suka memasak.

Kelas dibagi menjadi sepuluh kelompok. Alyn masuk ke kelompok Kartinah dan Irfandi, ketiganya sama-sama tidak bisa masak. Setiap kelompok boleh memasak apa saja, asal memenuhi prinsip empat sehat lima sempurna. Nama kelompok sesuai dengan nama masakannya. Semua bahan disiapkan di rumah, tetapi nanti dimasak di sekolah.

Alyn tentu saja tidak punya ide sama sekali, apalagi sudah terlanjur mendapat label tidak bisa masak. Kartina dan Irfandi sama saja, tidak tahu apa-apa. Mereka anak manja yang di rumahnya tidak punya tugas memasak. Terlintas dalam pikiran Alyn untuk memasak randang jariang yang resepnya bisa ditanya pada Teta. Tapi menurutnya makanan itu tidak sehat.

Akhirnya, Alyn ingat masakan yang gampang dibuat adalah tekwan atau sop ikan, seperti yang suka ibu beli pada Cici Ling di Palembang. Itulah makanan sehat, ada ikan dan ada sayur. Alyn mengajak Kartinah dan Irfandi berunding di kantin sekolah. Nurjaman ikut mendengarnya sambil berjanji akan meminjamkan kompor dan panci dari rumahnya yang dekat sekolah.

Lihat selengkapnya