Rumah Para Pelacur

Diva Aelah
Chapter #7

Farida

“Engkau kuturunkan untuk merasakan bagaimana rasanya menjadi manusia.”

Farida kehilangan sayapnya. Farida kehilangan cahayanya. Farida kehilangan caranya berkomunikasi dengan Tuhan. Farida, kehilangan segalanya sebagai malaikat dan ia merasakan bagaimana buruknya menjadi manusia. Meskipun permintaannya adalah sebagai orang yang dapat menarik nyawa manusia. Hanya itu satu-satunya kekuatannya yang tersisa sebagai malaikat. Ia tidak terlahir dari Rahim, tetapi ia dicampakkan ke Bumi begitu saja dan memulai kehidupannya setelah sepuluh tahun melalang buana ke mana pun, hingga peradaban mulai menjadi maju. Ia baru memulai hidupnya sebagai mucikari.

Diperkirakan ini adalah tahun 2000an, setelah ia menemukan Dristhi untuk pertama kali. Dan sudah lima belas tahun berlalu sejak generasi pertama berakhir dan digantikan oleh pelacur generasi kedua. Ia sering menghabiskan lima tahun untuk hibernasi, mengumpulkan dan menyembuhkan dirinya sendiri setelah memasukkan jiwa ke dalam banyak tubuh yang cocok. Ia membiarkan Dristhi mengurus sisanya. Seperti mengajari mereka berjalan atau hidup kembali. Sebab tak semua juga dari mereka yang merupakan arwah kecil. 

Farida tersiksa selama seribu tahun di dunia. Ia hanya terdiam membatu, memeluk dirinya sendiri hingga akhirnya keluar dari pembatuan. Ia mulai terbiasa dengan rasa sakit, hingga ia menyadari bagaimana kekuatannya bekerja dan bagaimana dunia bekerja. Ia harus memiliki uang untuk hidup. Namun, untuk menadapatkan uang pertama kali ia menjual dirinya. Ia berubah menjadi perempuan, lalu mendapatkan uang pertamanya. Maka dari itu, ia mendapatkan pencerahan cara menarik nyawa manusia tanpa kesakitan, yakni dengan kenikmatan yang paling disukai tetapi dibenci oleh Tuhan, yaitu zina. 

Di sekitaran ilalang itulah, Dristhi ditemukan. Untuk pertama kalinya bagi Farida ia harus mengurusi manusia. Ia mengajari Dristhi dengan tubuh dewasanya untuk berjalan lagi. Untuk belajar makan, dan untuk belajar melayani para pelanggan. Farida dengan perlahan merasakan sebuah perasaan yang aneh di hatinya. Yang biasanya ditempati oleh sang Maha, kini mulai digantikan oleh Dristhi. Namun, ia bukanlah manusia dan Dristhi tahu itu. Farida terus mempertahankan diri agar tidak menggantikan Yang Maha di hatinya. 

Kata pertama yang terucap oleh Dristhi adalah Da. Farida. Seperti bayi yang baru belajar membaca. Farida mulai menelisik kehidupan Dristhi sebelum menjadi pelacurnya. Diketahui olehnya jika Dristhi mati muda akibat orangtuanya yang ingin mengambil uang asuransi dan membunuh Dristhi kecil. Oleh sebab itu, jiwanya tidak tahu cara pulang ke rumahnya sendiri dan berakhir di antara ilalang. Dristhi dibawa kemana arus Farida pergi, mengekor layaknya bebek kecil. Hingga ketika umur Dristhi cukup dewasa dan mengerti apa yang terjadi pada hidupnya, Farida menjelaskan apa tugasnya selanjutnya. 

Farida bagaikan penyelamat bagi Dristhi. Ia tidak akan meragukan Farida apa pun yang terjadi. Ia juga tidak ingin pergi meskipun Farida memaksa. Dristhi akan selalu berada di sisi Farida. 

“Farida, kau memaksa dirimu lagi.”

Sudah tengah malam ketika Dristhi menyadari jika mucikarinya itu masih berkelana di kamarnya sendiri untuk menyelesaikan semua urusan duniawi. Pekerjaan yang begitu berat sebenarnya yang sedang dipikul oleh Farida.

“Terlalu banyak yang mati belakangan ini. Mereka mati di perjalanan. Tuhan tak mungkin memaafkanku.”

Dristhi terdiam di ambang pintu mendengar penjelasan Farida. “Maka itu adalah pekerjaan malaikat yang lain. Semua itu bukan tugasmu. Tugasmu hanya berada di rumah ini, Farida.”

Farida terdiam mendengar pernyataan Dristhi. Ia lantas mengalihkan pandangannya untuk melihat Dristhi. “Sejak kapan kau jadi seperti ini?”

“Seperti apa?”

Lihat selengkapnya