Rumah Para Pelacur

Diva Aelah
Chapter #14

Yang Lainnya

Para pelacur diminta untuk meninggalkan rumah. Hanya dengan satu kibasan sayap, Farida mengerti bahwa ada malaikat yang sedang turun ke Bumi. Entah untuk apa. Malaikat itu yang memiliki sayap paling besar dan lebar di antara yang lainnya. Tugasnya hanya satu, mencabut nyawa manusia.

“Setelah diusir kau justru membuatku paling kesulitan, Farida.”

“Azael. Aku tidak mengerti aku harus melakukan apa.”

Sosok malaikat maut yang sesungguhnya, Azael. Ia menatap Farida dengan hina mungkin. “Lalu semua yang kau lakukan itu apa kau pikir sudah membantuku?”

Farida terdiam. Ia memeluk tubuhnya dengan erat. “Aku harap begitu. Azael, aku tak bermaksud mengambil mereka darimu. Namun, mereka sudah begitu tersiksa dengan kehidupan sebelumnya, aku hanya ingin membantu mereka.”

“Dan membiarkan mereka melakukan dosa yang paling haram? Beberapa tahun yang lalu, kau berakhir menyerahkan mereka semua kepadaku. Mereka menangis di saat terakhir mereka.”

Farida menatap Azael dengan mata sendunya. “Kali ini akan berbeda.”

“Kau hampir mengantar satu lagi kepadaku. Jika kau membunuhnya kemarin, maka aku juga tak akan membiarkanmu hidup lebih lama lagi di dunia. Farida, aku akan mengantarmu ke akhirat jika kau terus bermain dengan nyawa.”

Farida menundukkan pandangannya. Ia menarik bajunya dengan erat, lantas kembali menegakkan kepalanya untuk menatap Azael. “Lantas, apa kau akan membiarkan mereka tersesat hingga hari penghukuman terakhir kalinya nanti? Sebab aku tidak bisa, Azael. Mereka begitu rapuh dan mereka hanya ingin dimaafkan. Menunggu selama itu kupikir mereka hanya akan semakin tersiksa sebab kau tak kunjung membawa mereka.”

“Sebab mereka yang memutuskannya untuk tertinggal di dunia. Mereka yang mengakhiri hidup mereka tidak akan diterima di akhirat.”

“Maka aku akan menjadi salah satunya yang menerima kehadiran mereka, Azael. Akan kubawa mereka sampai bisa berada di sana, sebab mereka patut menerima kehidupan setelah dunia.”

Kini Azael yang terdiam mendengar perkataan Farida. Semua manusia pantas menerima kehidupan di akhirat, di saat mereka kembali ke pangkuan Yang Maha Esa, mereka pantas untuk kembali sebab mereka semua tak pernah minta hidup di dunia. Mereka hanya dipertontonkan kehidupan yang menyenangkan, dan tak pernah diberikan perasaan bagaimana kesulitan di dunia mereka. Semuanya begitu semu.


Lihat selengkapnya