Rumah Para Pelacur

Diva Aelah
Chapter #22

Akhir Waktu

Lucifer rindu rumah. Lucifer rindu kepada Tuhan, tetapi ia tak mengenal Tuhan. Ia buat rencana, pulang ke sisi-Nya.

Farida terdiam di kamarnya, menatap sosokk dirinya di depan cermin dengan penuh kesakitan. Setelah membekukan Dristhi, ia kehilangan separuh kekuatannya. Maka ia tak siap menerima kedatangan Azael hari ini. Di sana, sayap lebar Azael seolah menutupi cahaya matahari. Azael berdiri di hadapan Farida dan membiarkan malaikat yang lebih kuat darinya itu untuk melakukan apa pun yang ia inginkan.

“Kau tak mau menghentikanku?”

Farida menggeleng perlahan. “Maria, Ila, Nillia, maka kembalilah kalian ke sisi-Nya.” Benang-benang merah terputus, para pelacur kehilangan kendali atas tubuh mereka. Jiwa mereka melayang-layang seolah tanpa batas ambang. Namun, yang menunggu mereka adalah Azael. Kebebasan dari tubuh mereka itu tidak berlangsung lama, hingga Azael menarik mereka semua ke dalam sisinya.

“Masih ada satu jiwa lagi yang belum kau berikan kepadaku,” ujar Azael perlahan.

Farida terdiam sejenak, tentu saja Azael tidak akan melupakan satu jiwa pun yang bersamanya. Namun, ia telah berjanji akan selalu bersama Dristhi apa pun yang terjadi. Maka dengan satu gerakan Farida mundur perlahan. “Belum waktunya kau membawanya. Umurnya masih panjang.”

“Tidak. Sejak awal umurnya memang tidak panjang. Meskipun ia tidak mengakhiri hidupnya semasa kecil, ia hanya akan bertahan hingga umur dua belas tahun sebab ayahnya membunuhnya. Farida, bahkan tubuh Dristhi telah hancur di kehidupan kedua ini. Ia telah melalui banyak waktu dan itu merupakan pelanggaran berat. Dia bukan Nabi yang sedang berkelana,” jelas Azael. Ia menatap Farida dengan tajam, seolah sedang bersiap untuk menarik jiwa Dristhi kapan saja.

“Aku akan melakukan apa saja asal kau membiarkanku bersamanya hingga hari pembangkitan tiba.” Farida memohon. Untuk pertama kalinya setelah ribuan tahun ia memohon kepada sosok selain Yang Maha Esa. Sebab, ia sangat mencintai Dristhi.

“Tidak bisa. Semua ini mutlak.”

“Azael, aku akan kembali ke sisi-Nya. Aku akan menerima semua hukumanku. Maka, biarkanlah wanita itu bersamaku.”

Lihat selengkapnya