Rumah Para Pelacur

Diva Aelah
Chapter #24

Pada Akhirnya

 

“Kau tak menjadi Grigori. Aku mensyukuri itu.” Azael bersuara.

Setelah Azael mengantarkan jiwa Dristhi ke Yang Maha Kuasa, ia kembali untuk berbincang dengan Farida, atau mungkin mulai detik ini ia kembali memanggilnya sebagai Lucifer. Lucifer sebetulnya mengenal Tuhan, ia sangat mencintai Tuhan, hanya saja pertanyaannya membuatnya harus diusir dari langit ke tujuh dan merasakan bagaimana beratnya dunia itu.

“Sejak kau mengantarkan para pelacurmu pertama kali, aku berpikir ada yang salah. Aku takut kau akan menjadi Grigori dengan membawa semua jiwa perempuan ke rumah itu. Namun, kau tak melakukan apa pun selain memerintahkan mereka untuk melayani para pelanggan.” Azael terdiam sejenak, ia memperhatikan air wajah Lucifer yang sedih. “Lalu, apa yang kau dapatkan setelah semua ini?”

Lucifer mengambil napas panjang sebelum ia mengusap wajahnya dengan kasar. “Kau tahu, manusia itu begitu ringkih. Baik jiwa maupun raga mereka. Manusia begitu mudah terhasut oleh para setan, mungkin itu memang pekerjaan mereka untuk membuktikan kepada Tuhan betapa mudahnya para manusia jatuh ke dalam kegelapan. Namun, siapakah yang memilih untuk hidup?”

Azael menatap Lucifer dalam-dalam. “Mereka dipetontonkan kehidupan mereka, sepanjang umur mereka saat di langit ke tujuh, sekian kali dipertanyakan hingga mereka menjawab iya untuk hidup.”

“Lantas, kenapa pada akhirnya mereka memutuskan mengakhiri hidup? Lalu kenapa para jiwa tersesat tak bisa melewati alam lain?”

“Mereka bisa. Namun, menunggu hingga hari pembangkitan tiba. Rahmat Tuhan akan selalu bersama mereka,” jawab Azael perlahan.

Lihat selengkapnya