Rumah Penghapus Ingatan

Oleh: Kartini F. Astuti

Blurb

Rindu selalu percaya, rumah bukan soal ukuran atau alamat, tapi soal siapa yang nunggu pulang.

Keyakinan itu runtuh sejak ibunya meninggal, dan makin hancur saat rumah mereka disita. Malam itu, saat keluarganya beneran gak punya tempat berpijak lagi, sebuah rumah tua di ujung gang yang buka pintu sendiri, nawarin satu kalimat yang terasa kayak pelukan pertama setelah sekian lama:

"Di sini, kamu nggak perlu nanggung semuanya sendirian lagi."

Ayahnya ketawa lagi. Adiknya tumbuh tanpa bayang-bayang rasa sedih. Rindu pun, buat pertama kalinya, bisa tidur tanpa mimpi buruk yang sama.

Enak banget, kan? Terlalu enak, malah.

Tapi coba hitung apa aja yang hilang. Satu per satu, kenangan keluarganya mulai susah diingat. Resep rahasia ibunya, udah nguap. Cara ayah nyebut nama paling indah itu, sekarang datar aja, kayak dia baru kenal orang asing. Rindu akhirnya sadar: rumah ini bukan nyembuhin siapa-siapa. Dia cuma menghapus. Pelan-pelan, sabar banget, ingatan demi ingatan. Sampai yang tersisa cuma kekosongan kalau diintip ke dalam.

Sewaktu rumah itu nawarin ketenangan penuh buat adiknya, dengan syarat lupain segalanya, termasuk dirinya sendiri, Rindu harus milih:

Biarin keluarganya hidup tenang dalam kebohongan yang nyaman.

Atau tarik mereka balik ke rasa sakit yang jujur, satu-satunya bukti kalau mereka masih beneran saling sayang.

Lihat selengkapnya