Nama Panggilan Sayang, "Rindu Anak Ayah", Milik Keluarga Sertamulia, Diambil Malam ke-16
Ini bukan barang. Ini juga bukan rasa atau aroma. Ini cuma panggilan kecil, tiga kata, yang Bagja selalu ucapkan tiap jemput Rindu dari sekolah, sebelum akhirnya berhenti karena Rindu udah gede dan malu dipanggil kayak gitu di depan teman-temannya.
Tapi Bagja tetep suka manggil itu diam-diam, sesaat sewaktu Rindu baru tidur. Atau, tiap Rindu lagi sedih dan nggak tahu Bagja lagi merhatiin.
Aku ambil ini bukan dari ingatan Rindu. Aku ambil dari ingatan Bagja, Sang Kepala Keluarga.