Rumah Penghisap Luka

Kartini F. Astuti
Chapter #16

Ketemu Keluarga Nyang yang Kelewat Ramah

Aku yang atur pertemuan itu. Aku nggak akan bohong soal ini.

Rindu lagi jemur baju di halaman belakang. Tiga hari yang lalu, aku udah bikin pagar pembatas antara rumah keluarga Sertamulia sama "rumah" keluarga Nyang.

Sebenarnya bukan rumah beneran, cuma bagian lain dari diriku yang aku bentuk kayak rumah terpisah, biar penghuninya nggak sadar mereka semua tinggal di ruang yang sama. Tembok pembatas itu kukikis sedikit. Kubangun lebih rendah dari aslinya. Cukup buat Rindu bisa ngobrol lewat situ.

Bu Sukama lagi nyapu halamannya sendiri. Rapi. Tenang. Senyumnya emang nggak pernah ilang dari wajahnya kayak lipstick yang tahan air.

"Sore," sapa Bu Sukama duluan.

Mereka ngobrol basa-basi. Rindu, yang emang udah lama nggak ngobrol sama orang dewasa selain ayahnya, seneng juga ada teman ngobrol baru.

"Ibu udah lama tinggal di sini?" tanya Rindu.

"Lama," jawab Bu Sukama, senyum. "Tapi jangan tanya dari kapan."

"Kenapa?"

"Karena lamanya lama banget."

Rindu ketawa.

"Tapi berasa kemarin."

"Sama." Berasa kemarin, batin Rindu. Itu juga yang dia rasakan.

"Tinggal sama siapa?" Rindu berniat mastiin siapa anak-anak kecil yang sering ngintip Damba dari ayunan belakangan dan siapa laki-laki yang dia dapati sedang menyiram tanaman kemarin. "Oh, ya, sebelumnya, maaf lupa kenalan. Nama saya Rindu."

Bu Sukama memberikan kartu tanda pengenal miliknya dari saku, seakan dia memang sering ngasih benda semacam ini ke tetangga kayak orang kantoran.

Mata Rindu terpicing. "Sukama Kanke Nyang?"

Bu Sukama mengangguk.

"Ternyata Ibu suka makan?" Rindu nahan ketawa saat ngulang-ngulang tulisan itu di lidahnya, takut kelihatan nggak sopan. Tapi Bu Sukama ikutan ketawa. Sebenarnya celetukan dia barusan cuma mastiin nama itu sekali lagi. Bu Sukama juga nggak keberatan ngasih penjelasan.

"Suka makan apa?" tanya Rindu lagi.

"Suka semua." Bu Sukama tersenyum. "Saya bikin nama baru buat saya sendiri sehabis pindah rumah. Jadi, saya bikin kartu itu."

"Nama ini yang kepikiran karena Ibu suka makan?"

"Karena saya suka makan."

"Makan apa?"

"Apa saja."

Lihat selengkapnya