Rumah Penghisap Luka

Kartini F. Astuti
Chapter #18

Di Tenang yang Kosong, Ada Keluarga yang Nggak Ngerti Cara Berantem

Rindu balik lagi ke halaman rumah keluarga Nyang keesokan harinya. Bukan diundang. Dia penasaran sendiri, dan penasaran itu, buat aku, jauh lebih berbahaya daripada curiga biasa.

Kali ini dia ketemu anak-anak Bu Sukama. Ada tiga, umurannya beda-beda, tapi mereka semua punya cara ngomong yang mirip: tenang, datar, sopan, tapi kayak lagi baca skrip yang udah dihafal terlalu lama sampai kehilangan makna.

Yang paling tua, namanya Origa. Suka main kertas lipat. Yang tengah, Osaga. Dia pernah ngajak Damba main tembak-tembakan. Yang bungsu, Okaga. Si bungsu yang waktu itu ketemu di pagar pembatas pertama kali. Main boneka salju, karakter dari kartun kesukaannya.

Mereka terlihat… akur.

"Kalian nggak pernah berantem?" tanya Rindu, penasaran, ke anak Bu Sukama yang paling gede, cowok, seumuran dia.

"Nggak pernah," jawab Origa, santai. "Ngapain berantem?"

"Ya... namanya juga keluarga. Pasti ada aja yang bikin kesel."

Anak itu mikir sebentar, kayak lagi coba nginget sesuatu yang seharusnya gampang diinget.

Lihat selengkapnya