Rindu nemuin pintu itu nggak sengaja. Aku pengen bilang gitu tadi. Tapi, sebenarnya, ada semacam hukum tua yang mengikatku, yang bahkan aku sendiri nggak sepenuhnya paham dari mana asalnya: pintu ke ruang penyimpanan hanya bisa disembunyikan selama pemiliknya belum benar-benar siap mencarinya.
Begitu keinginan seseorang untuk tahu sudah cukup keras kepala, cukup jujur, hukum itu sendiri yang melonggarkan kuncinya. Bukan aku yang membuka. Aku cuma berhenti menahan.
Di balik lemari tua di ujung lorong yang selama ini dikira gudang kosong, ada tangga turun, spiral, lebih dalam dari yang seharusnya muat di bawah sebuah rumah sederhana. Satu di antara banyak tanda bahwa aku bukan sekadar kayu dan bata, tapi sesuatu yang lebih tua, yang meminjam bentuk rumah supaya manusia bisa mendekat tanpa takut.
Rindu agak ragu di anak tangga pertama. Tapi dia udah gak mau ragu. Jadi, dia terus jalan aja belakangan ini.
Di bawah, ada ruangan besar, jauh lebih besar dari luas rumah di atasnya. Begitulah cara ruang penyimpanan bekerja. Dia tidak tunduk pada hukum jarak yang sama dengan dunia manusia.
Rak-rak menjulang sampai nggak kelihatan ujungnya, disusun dalam pola yang, kalau diperhatikan cukup lama, sebenarnya mengikuti aturan tertentu: rak-rak dekat tangga berisi kenangan yang paling baru diambil, sementara makin dalam kamu berjalan, makin tua usia kenangan yang tersimpan di situ, seperti cincin di batang pohon.
Di rak-rak itu, bukan barang. Kabut-kabut kecil, melayang pelan di dalam toples kaca, masing-masing punya cahaya redup sendiri-sendiri, seperti kunang-kunang yang dipenjara baik-baik. Atau lebih tepatnya, seperti bintang-bintang yang terlalu lelah untuk terus bersinar di langit terbuka, sehingga memilih beristirahat di tempat yang lebih kecil, lebih terlindung.
Dia jalan di antara rak-rak itu, ngebaca label-label yang tertulis di tiap toples.
Tawa Istri Sehabis Gagal Ngomel-Ngomel, Milik Keluarga Jayadi, Diambil Tahun ke-3.
Nama Panggilan Waktu Kecil, Milik Keluarga Cassandra, Diambil Bulan ke-8.
Wajah Mendiang Nang, Milik Ibu Sukmiati (Sukama), Diambil Tahun ke-12.