Blurb
Setelah Nenek Mawar meninggal, Kirana harus pulang ke rumah warisan keluarga di Wonoasri—rumah yang ia tinggalkan dua belas tahun lalu bersama luka yang tak pernah ia bicarakan. Di sana, ia harus berbagi atap dengan Damar, adiknya yang selama ini memendam kemarahan atas satu malam yang mengubah segalanya.
Rumah itu menyimpan keanehan turun-temurun: kebun di belakangnya layu setiap kali ada kebohongan diucapkan di dalam rumah, dan jam kakek tua berdenting sendiri menandai ketidakjujuran. Ketika sepucuk surat dari sang nenek membuka rahasia tentang ibu mereka yang selama ini dikira pergi begitu saja, Kirana dan Damar dipaksa menghadapi kebenaran yang telah disembunyikan bertahun-tahun.
Sebuah kisah tentang keluarga yang retak, rumah yang menjaga ingatan, dan keberanian untuk kembali—bukan ke masa lalu, tapi kepada kejujuran yang selama ini mereka hindari.