Rumah Peninggalan Hujan

Ahmad Faiz Alkandaumi
Chapter #14

HIDUP DI JAKARTA

Sementara Damar menata ulang hubungannya dengan Sinta, Kirana menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari rekan-rekan kerjanya di Jakarta yang mulai penasaran dengan keputusannya untuk bekerja jarak jauh dari kota kecil yang, bagi kebanyakan dari mereka, terdengar asing dan jauh dari hiruk-pikuk yang selama ini mereka kira Kirana butuhkan.

"Kamu yakin, Kir?" tanya Wulan, sahabat dekatnya di kantor, lewat panggilan video suatu malam. "Kamu itu kan orangnya suka kesibukan kota. Nggak akan bosen di kota kecil begitu?"

Kirana memikirkan pertanyaan itu sambil menatap kebun dari jendela kamarnya, kebun yang di bawah cahaya bulan tampak seperti lukisan hidup, berbeda jauh dari pemandangan gedung-gedung tinggi yang biasa ia lihat dari apartemennya di Jakarta.

"Aku pikir dulu aku suka kesibukan Jakarta karena itu bikin aku nggak punya waktu buat mikirin hal-hal yang aku hindarin," jawab Kirana jujur. "Sekarang aku ngerti, aku nggak butuh kesibukan itu lagi. Aku butuh ini—waktu buat mikir, buat ngerasain, buat beneran hadir sama orang-orang yang aku sayang."

Lihat selengkapnya