Rumah Peninggalan Hujan

Ahmad Faiz Alkandaumi
Chapter #22

DUA KEBUN

Kunjungan Ayu dan Wening ke Wonoasri menjadi yang pertama dari banyak kunjungan berikutnya. Meski jarak antara Balikpapan dan Wonoasri jauh lebih besar dari jarak Semarang, Wening berusaha membawa Ayu berkunjung setidaknya dua kali setahun, dan komunikasi melalui panggilan video menjadi rutinitas mingguan yang dinantikan semua pihak.

Damar, dengan latar belakang desain interiornya, menawarkan diri membantu mendesain ulang kamar kecil di rumah Kenanga khusus untuk Ayu, agar ia punya ruang sendiri setiap kali berkunjung—sebuah gestur kecil yang bermakna besar bagi gadis kecil yang selama ini tidak pernah benar-benar merasa memiliki "rumah kedua" di luar rumahnya sendiri.

Suatu kali, ketika Ayu berkunjung bersamaan dengan Bimo yang juga sedang menginap, kedua anak itu—yang usianya tidak terpaut jauh—menjadi akrab dengan cepat, bermain bersama di kebun, menanam bibit-bibit kecil di petak yang khusus disediakan Kirana untuk mereka berdua.

"Kalian berdua adik-adikku, ya?" tanya Bimo pada suatu sore, menatap Ayu dengan penasaran khas anak-anak.

Lihat selengkapnya