Menjelang tahun keenam kepulangan Kirana, mereka memutuskan melakukan renovasi kecil pada rumah Kenanga—bukan untuk mengubah karakternya, tapi untuk memperkuat struktur yang mulai menua dan menambah ruang bagi keluarga besar yang kini semakin sering berkumpul di sana. Damar, dengan keahliannya, merancang sendiri perluasan bagian belakang rumah, menambah satu kamar tidur dan ruang keluarga yang lebih luas, tanpa mengubah fasad depan rumah yang telah menjadi ciri khas Jalan Kenanga selama puluhan tahun.
Proses renovasi itu tidak lepas dari tantangan. Suatu hari, tukang bangunan yang mereka pekerjakan menemukan sesuatu yang tidak terduga saat membongkar dinding lama di bagian belakang rumah dekat dapur—sebuah ruang kecil tersembunyi, seukuran lemari besar, yang sepertinya sengaja disembunyikan di balik dinding sejak lama.
"Ini bukan bagian dari denah asli rumah," kata tukang itu, menunjukkan celah yang baru terbuka. "Kayaknya ditutup sengaja, udah lama banget."
Kirana dan Damar, dengan penasaran dan sedikit was-was, memutuskan membuka ruang tersembunyi itu bersama-sama. Di dalamnya, mereka menemukan sebuah koper tua berdebu, dan beberapa kotak kayu kecil lainnya yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.