Rumah Peninggalan Hujan

Ahmad Faiz Alkandaumi
Chapter #33

KELAHIRAN

Menjelang tahun kedelapan sejak kepulangan Kirana ke Wonoasri, sebuah kabar bahagia mengguncang rumah Kenanga: Sinta hamil, dan setelah bertahun-tahun ia dan Damar menjalani kehidupan pernikahan yang tenang dan penuh cinta, mereka akhirnya akan menyambut generasi baru dalam keluarga besar itu.

Kehamilan Sinta disambut dengan sukacita luar biasa oleh seluruh keluarga—Retno yang langsung menawarkan diri membantu menyiapkan berbagai keperluan bayi berdasarkan pengalamannya membesarkan Bimo, Kirana yang mulai membaca buku-buku tentang menjadi tante yang baik, dan bahkan Bimo serta Ayu yang, meski usia mereka masih remaja, sudah tidak sabar menyambut kehadiran keponakan pertama mereka.

Damar, yang selama masa kehamilan Sinta menjadi begitu protektif dan penuh perhatian, sering terlihat duduk di kebun bersama istrinya di sore hari, menceritakan rencana-rencana mereka untuk membesarkan anak mereka dengan nilai-nilai yang telah mereka pelajari dari perjalanan panjang keluarga mereka sendiri.

"Aku pengen anak kita tumbuh tau kalau jujur itu nggak selalu gampang, tapi selalu lebih baik daripada nyimpen sesuatu sampai jadi luka," kata Damar suatu sore, tangannya lembut mengelus perut Sinta yang mulai membesar.

Lihat selengkapnya