Sepuluh tahun setelah wawancara pertama mereka dengan wartawan lokal, seorang jurnalis dari majalah nasional datang ke Wonoasri, tertarik menulis liputan mendalam tentang perjalanan panjang keluarga Kirana dan Damar, yang kini dikenal luas bukan hanya karena buku Rumah yang Mengingat, tapi juga karena Ruang Kenangan Pak Har yang telah membantu puluhan keluarga di Wonoasri dan sekitarnya menemukan jalan rekonsiliasi mereka sendiri.
"Kalau boleh saya tanya," kata jurnalis itu, seorang perempuan bernama Citra yang telah menghabiskan tiga hari mewawancarai berbagai anggota keluarga dan tetangga, "menurut Anda berdua, apa pelajaran terbesar yang bisa dipetik orang lain dari perjalanan keluarga Anda?"
Kirana dan Damar, yang kini duduk berdampingan di teras rumah Kenanga seperti yang sering mereka lakukan selama bertahun-tahun terakhir, saling bertukar pandang sebelum menjawab.