Rumah Peninggalan Hujan

Ahmad Faiz Alkandaumi
Chapter #37

YANG DIWARISKAN

Suatu malam menjelang perayaan sepuluh tahun kepulangan Kirana, ia duduk bersama Damar di ruang kerja yang dulunya milik Nenek Mawar, menyortir dokumen-dokumen terbaru untuk memastikan warisan rumah Kenanga—yang kini bukan hanya milik mereka berdua, tapi telah menjadi rumah bagi Sinta dan Sekar juga—terdaftar dengan benar untuk generasi berikutnya.

"Kamu udah mikirin," tanya Damar, "gimana kita mau wariskan rumah ini nanti? Ke Sekar, atau anak-anak kita yang lain kalau ada nanti?"

Kirana memikirkan pertanyaan itu dengan serius, teringat pada surat panjang yang ditulis Nenek Mawar bertahun-tahun lalu, surat yang mengubah segalanya bagi mereka berdua. "Aku rasa," katanya perlahan, "yang paling penting bukan soal siapa yang bakal punya rumah ini secara hukum nanti. Tapi soal gimana kita nurunin nilai-nilai yang udah kita pelajari—kejujuran, keberanian buat minta maaf, keberanian buat percaya lagi sama orang yang pernah nyakitin kita. Itu warisan yang sesungguhnya, Dam. Bukan tanah atau bangunan."

Lihat selengkapnya