Rumah Peninggalan Hujan

Ahmad Faiz Alkandaumi
Chapter #40

KABAR DARI BALIKPAPAN

Beberapa hari sebelum perayaan sepuluh tahun itu, sebuah panggilan video masuk dari Ayu, yang kini duduk di semester akhir kuliahnya di Yogyakarta, wajahnya bersinar dengan kabar yang sudah lama ingin ia sampaikan tapi baru berani mengatakannya sekarang.

"Kak Kirana, Kak Damar," katanya, suaranya bergetar antara gugup dan bahagia, "aku diterima magang di firma desain yang kalian tau kan, yang Kak Damar pernah kerja sama waktu masih di Semarang? Mereka buka cabang baru di Yogya, dan aku keterima!"

"Ayu, itu luar biasa!" seru Damar, tepuk tangan penuh kebanggaan terpancar di wajahnya. "Aku selalu tau kamu punya bakat buat ini."

"Aku belajar banyak dari kamu, Kak," kata Ayu, tersenyum lebar. "Waktu aku dulu sering ke sini pas liburan, liat kamu kerja, liat gimana kamu ngedesain ruang-ruang, itu yang bikin aku akhirnya milih jurusan ini."

Kirana, yang duduk di sebelah Damar menyaksikan percakapan itu, merasakan kehangatan yang mendalam melihat betapa jauh perjalanan adik tiri mereka dari sisi ayah itu—dari gadis kecil pemalu yang pertama kali mereka temui bertahun-tahun lalu, kini menjadi perempuan muda yang percaya diri, mengejar mimpinya sendiri dengan penuh semangat.

Lihat selengkapnya