Blurb
Pilu tidak tahu usianya sendiri. Ia tak pernah menghitungnya. Yang ia tahu, sudah lama sekali ia tinggal di tempat ini. Putih, dingin, dan punya banyak keanehan. Banyak tamu yang datang dan pergi. Terkadang bercengkerama, ada juga yang singgah sementara, bahkan menuntun ke dunia mereka. Bentuknya tak tentu dan tak terhingga.
Suatu hari, muncul sebuah retakan saat Pilu membuka ruangan-ruangan aneh. Semakin lama, retakan itu kian merambat ke seluruh dinding. Pilu menduga jika rumah ini runtuh, ia bisa keluar dari sana. Demikianlah ia terus menambah retakan pada rumahnya, mencari arti di balik ruangan-ruangan aneh itu. Ia tak tahu jika jauh di atas sana, sifatnya yang gegabah malah menyakiti seseorang.