Lagi-lagi aku selalu melewatkan petualangan seru di tempat ini. Sudah kedua kalinya tubuhku kehilangan energi secara mendadak. Ketika bangun, aku sudah ada di atas ranjang, berbalut selimut. Semua orang mengelilingiku—semua orang itu adalah Mona Lisa, Luka, dan Lupi walaupun dia hewan—dan menatapku dengan tatapan khawatir seperti menunggu orang mati hidup kembali.
Aku pelan-pelan bangun. Kamarku sudah tidak berputar seperti yang kuingat sebelumnya. Semuanya hilang dan kembali seperti semula. Kurasa badut itu lenyap ditelan ubin-ubin kamarku. Hanya ada sunyi yang mulai merambat pada setiap dinding di sekeliling.
Hal yang pertama ingin kulihat adalah kalung Lupi. Aku merasa ada yang aneh dengan setiap perubahan pada kalung itu. Maka aku menjadikannya navigasi selain Mona Lisa. Benar saja, angka dan warnanya berubah, sekarang sepuluh dengan warna hitam.
“Kau sudah tidur selama satu hari, kurasa,” ucap Luka padaku. Ia menyipitkan mata, mencoba memikirkan apakah ucapannya sudah benar apa belum. Sudah kubilang berhitung di tempat ini membuat kepala meledak.
Aku menyesal sudah melewatkan bagaimana bentuk dan badut itu hilang. Disamping aku merasa lega karena tidak perlu takut lagi, aku juga penasaran bagaimana bentuk kotak musik itu bisa selesai. Apakah aku menyelamatkan orang-orang yang ada di sini? Apakah aku jadi superhero dengan keadaan tertidur? Sedikit mustahil tapi siapa tahu itu adalah keanehan terbaiknya. Aku mencoba bertanya kepada Mona Lisa dan Luka, lalu mereka menolak mentah-mentah untuk bercerita. Katanya itu melelahkan bagi mereka. Luka bahkan langsung berbaring di sampingku sambil mengeluarkan banyak keluh kesah soal keanehan di kamar ini.
Dia bercerita bahwa di bilik misterius itu, tak pernah ada sesuatu yang janggal. Hanya ada suara tangisan dan degup jantungnya sendiri. Kadang dia merasa kesepian karena rutinitasnya hanya menangis. Tetapi setelah banyak bergerak di kamarku, ia merasa sangat lelah hingga rasanya ingin kembali mengendap di bilik itu. Lalu aku menampar pipinya dengan keras, mencoba menyadarkan bahwa keputusannya untuk kembali akan membuahkan penyesalan baginya. Ia mengangguk dengan kuat, kemudian kembali menceritakan keluh kesahnya.
Ada banyak keanehan yang perlu dipahami oleh dirinya. Badut menyeramkan, lukisan yang bisa berbicara, kucing dengan kepribadian singa, dinding yang bergerak, bahkan rak buku dengan tanduk rusa. Tunggu sebentar.
“Apa maksudmu rak buku dengan tanduk rusa?”
Luka menunjuk rak di depan kami, tempat buku-buku terbang tersimpan rapi. “Lihatlah dia, punya tanduk di atasnya. Padahal kemarin kurasa dia tidak berpenampilan aneh seperti itu.”
Kualihkan netra tepat pada bagian atas rak buku tersebut. Benar saja, ada semacam tanduk rusa di atasnya. Anehnya, tanduk itu tidak menempel dengan bagian atas rak buku, melainkan muncul dari baliknya. Mereka bercabang dan berwarna hitam pekat.
Lalu entah dari mana munculnya aksi spontan ini, tubuhku turun dari ranjang dan segera mendekati rak tersebut. Kusisir pandanganku ke setiap sisinya, mengecek apakah ada area lain yang janggal, karena bagiku kemunculan tanduk itu adalah sesuatu yang aneh. Bagaimana bisa sebuah tanduk muncul tapi tidak menempel dengan pemiliknya? Kecuali jika itu bukan tanduk asli.
Dengan sekuat tenaga, kucoba untuk mendorong rak besar itu ke samping, memindahkannya pelan-pelan ke sisi dinding yang lain. Luka melihatku melakukannya dengan berbagai erangan yang keluar dari mulutku, lantas membantuku segera. Kami berhasil memindahkan benda besar itu. Keringat langsung berjatuhan dari pelipis dan membuat baju kami sedikit basah.
Rasa gerah itu mendadak hilang saat mataku menemukan fakta di balik rak buku. Itu bukan tanduk. Tanduk tidak seperti ini. Tanduk tidak memiliki tekstur dan membuat celah bercabang seperti ini. Aku menyentuhnya pelan dan tiba-tiba benda bercabang itu bergerak merambat ke sekujur dinding. Ke atas, ke kanan, ke kiri, dan ke bawah. Tubuhku tersentak hingga jatuh terperenyak ke lantai. Itu retakan. Dinding di kamarku retak untuk pertama kalinya. Aku pernah melihat dinding bergeser dan berpindah tempat. Tapi untuk retak, ini adalah pertama kalinya.