Sayuran liar dan jamur sawit segar yang dibawa pulang oleh Ahmad hari itu langsung disulap oleh tangan terampil Ibu Ratna menjadi hidangan oseng jamur pedas yang teramat nikmat untuk santap makan malam keluarga. Masa-masa indah masa kecil Ahmad terus berjalan lambat namun penuh warna di desa transmigrasi tersebut. Hidup dalam kesederhanaan justru menempuh jiwanya menjadi pribadi yang mandiri dan peka terhadap alam sekitar.
Satu bulan kemudian, atmosfer di seluruh penjuru desa transmigrasi perlahan-lahan berubah menjadi lebih religius, teduh, dan tenang. Bulan suci Ramadan yang telah lama dinanti-nantikan oleh seluruh umat Muslim akhirnya tiba juga di bumi Lancang Kuning. Pada masa itu, pemerintah menetapkan kebijakan khusus dengan meliburkan total seluruh kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Dasar selama satu bulan penuh puasa, ditambah dengan beberapa hari setelah perayaan hari raya Lebaran. Bagi Ahmad dan teman-teman sebayanya, kebijakan ini tentu menjadi sebuah kabar yang sangat menggembirakan. Libur panjang berarti jadwal mereka untuk mengeksplorasi alam sekitar desa menjadi semakin luang dan bebas dari tugas-tugas sekolah.
Meskipun perut mereka sedang dalam kondisi menjalankan ibadah puasa, energi anak-anak transmigran itu seolah tidak ada habisnya dan terus meluap-luap. Untuk mengisi waktu luang di pagi hari agar menunggu waktu berbuka tidak terasa menjemukan, Ahmad dan teman-temannya menyusun sebuah rencana petualangan baru. Mereka memutuskan untuk pergi memancing di parit-parit sekunder dan rawa-rawa kecil yang berada jauh di dalam area perkebunan kelapa sawit, tak jauh dari batas perumahan warga.
Bermodalkan joran sederhana yang dibuat sendiri dari bilah bambu tipis yang diraut halus, seutas tali kenur nilon, dan umpan cacing tanah yang mereka gali bersama di belakang rumah, bocah-bocah itu berangkat sejak pagi-pagi sekali saat udara Sumatra belum terlalu menyengat kulit. Di bawah rindang dan teduhnya lambaian pelepah sawit yang berhasil menghalau terik matahari, Ahmad duduk bersila di atas tanah gambut, menatap pelampung gabus buatannya sendiri dengan penuh kesabaran.