Rumah sejati Ahmad Sadikin

Azis Sulaeman
Chapter #23

INTEGRITAS, KRISIS, DAN BADAI DI TANAH RANTAU

Keberadaan berbagai fasilitas infrastruktur modern yang kini serba lengkap di tanah transmigrasi, mulai dari pasokan aliran listrik PLN yang stabil, apotek yang menyediakan obat-obatan esensial, hingga jaringan internet nirkabel yang cepat, membuat Ahmad Sadikin merasa sangat nyaman dan damai dalam menghabiskan hari-harinya di desa kelahirannya. Hamparan luas kebun kelapa sawit milik keluarga kecilnya menjadi saksi bisu atas ketekunan, bakti, dan kelembutan hati Ahmad dalam mendampingi masa-masa tua kedua orang tuanya yang mulai rapuh dimakan usia. Tanpa terasa oleh perputaran waktu, Ahmad sudah tiga tahun lamanya menetap di desa semenjak kepulangannya dengan membawa ijazah dari bangku kuliah di kota seberang.

Namun, gejolak jiwa muda dan idealisme yang tertanam dalam di dalam dadanya tidak pernah benar-benar padam oleh kenyamanan desa. Ahmad sadar sepenuhnya bahwa gelar diploma yang berhasil ia raih dengan susah payah, cucuran keringat, dan air mata di masa lalu harus segera diamalkan pada jalur yang tepat. Memasuki tahun keempat masa tunggunya, dengan kemantapan hati dan niat yang bulat, Ahmad duduk bersila dengan takzim di hadapan orang tuanya untuk meminta izin kembali merantau ke kota tempat ia menimba ilmu dulu. Ia ingin kembali bertarung di aspal keras kota demi mencari pekerjaan yang layak dan mapan. Setelah mendengarkan dengan saksama runtunan niat baik sang putra bungsu, kedua orang tuanya pun memberikan restu tulus serta untaian doa terbaik mereka. Ahmad pun kembali melangkah mantap, meninggalkan rumah papan di samping mushola demi menjemput takdirnya di kota.

Setibanya di kota perantauan yang kini terasa semakin padat, Ahmad langsung bergerak cepat tanpa membuang waktu sepeser pun. Setelah beberapa hari menyusuri sudut-sudut jalanan protokol dan mengumpulkan berbagai lembar informasi lowongan kerja, Ahmad akhirnya resmi diterima bekerja di sebuah jaringan minimarket retail waralaba yang sangat terkenal di kota tersebut. Ia mendedikasikan seluruh fokus, waktu, dan energinya dengan penuh rasa tanggung jawab sebagai seorang karyawan baru yang andal.

Lihat selengkapnya