Blurb
"Kebahagiaan yang selalu aku tanyakan, ternyata tergantung pada rasa syukur yang aku panjatkan." —Mayang Eira Calista
"Banyak-banyaklah bersyukur, karena kebahagiaanmu diukur dari banyaknya kamu bersyukur." —Abyan Putra Rajendra
"Hidup itu bukan hanya tentang bagaimana kita masih bisa bernapas, tapi juga tentang bagaimana kita menghabiskan waktu ketika masih bernapas." —Gunawan Iskandar
***
Ini tentang Aby dan Maya yang terpaksa harus menikah diusia muda. Tepatnya di penghujung masa SMA, karena kejadian salah paham yang menimpa mereka. Semuanya terjadi begitu saja, mereka kepergok tidur bersama di kamar Maya.
Menikah muda tidak pernah terlintas di pikiran Aby sebelumnya. Nyatanya, menjadi kepala keluarga dengan status masih SMA tidaklah mudah baginya. Aby belum mempunyai bekal apa-apa untuk membina rumah tangga.
Begitu juga dengan Maya, menikah adalah hal paling akhir yang tertulis dalam rencananya. Bahkan, ia tidak pernah berencana untuk menikah sebelumnya, mengingat kegagalan rumah tangga antara kedua orang tuanya, membuat Maya mengesampingkan pernikahan. Namun, siapa sangka? Apa yang paling akhir ia rencanakan, malah itu yang lebih dulu menyapanya.
Setelah kejadian itu, tentu hidup keduanya benar-benar berubah. Banyak hal yang harus mereka lewati berdua, melanjutkan hidup tanpa bimbingan orang tua, dan jauh dari orang-orang terdekatnya.
Keduanya terluka, sama-sama kehilangan rumah tempatnya pulang. Jika rumah Maya sudah hancur jauh lebih lama sebelum kejadian itu, berbeda dengan Aby yang dipaksa pergi karena tidak dipercaya lagi.
"Lo bisa percaya sama gue, kan, May?"
"Percaya apa?" tanya Maya tak mengerti.
"Mungkin kehidupan kita akan lebih sulit ke depannya, apalagi dengan status kita yang suami istri dan juga pelajar. Orang akan menilai kita dengan sebelah mata, kalau tau. Tapi, apa pun yang akan terjadi nanti, gue akan berusaha untuk terus jagain lo. Berusaha untuk membuat lo tetap baik-baik aja bersama gue. Untuk itu, gue tanya. Apa lo bisa percaya sama gue?"
"Gue bisa percaya, selagi lo nggak tinggalin gue. Gue takut sendiri, By."
"Lo nggak akan pernah sendiri, gue nggak akan tinggalin lo."
Pada saat itu, semuanya dimulai.
Mampukah mereka menjalani hari-hari terberatnya? Apalagi, ketika tahu Maya hamil. Apakah Aby dan Maya bisa menerimanya?
•RUMAH SEPASANG LUKA
Cover by Canva