“Emang nggak apa-apa masuk rumah, Yo? Acaranya, kan, di luar.”
“Nggak apa-apa kali, lagian di luar kagak ada kamar mandi. Toh, si Reina yang nyuruh juga. Jadi, mau gimana lagi?”
Aby menghela napasnya, lalu mengangguk.
“Rio!” Panggilan itu membuat keduanya mengalihkan pandangan ke sumber suara, tepat di belakang mereka ada Rendy, teman satu kelasnya.
“Kenapa, Ren?” tanyanya, apalagi ketika melihat wajah panik temannya itu.
“Gue nyariin lo dari tadi elah, ayo ikut gue.”
“Ke mana?”