Rumah Sepasang Luka

Reza Lestari
Chapter #20

Sabar, ikhlas, bersyukur

Aby akhirnya sampai juga di kontrakan, seperti biasa cowok itu pulang dengan pakaian sudah lusuh. Namun, ia tidak mempedulikan penampilannya itu sekarang. Toh, ia lusuh juga karena sehabis kerja, mencari nafkah, dengan niat ibadah. Biar saja terlihat lusuh di mata manusia, tapi semoga saja tidak di mata Tuhan.

Ia pun masuk rumah, dan hal pertama yang ia lihat di dalam adalah Maya yang duduk di lantai, tengah menangis sambil membenamkan wajahnya di lipatan tangan yang bertumpu di atas dua kaki. Apa yang terjadi? Kenapa gadis itu menangis?

"May, lo kenapa?" tanya Aby, ketika sudah duduk di hadapan gadis itu

Gadis itu mendongak, dan menangis lebih kencang. Membuat Aby shock, sekaligus makin bingung dibuatnya? Jangan sampai tetangga mendengar tangisan Maya, bisa-bisa mereka menyangka yang tidak-tidak.

"May, jangan nangis. Nanti didengar tetangga, gue yang repot. Kalau mereka nyangka gue KDRT gimana?" Maya menurut, ia mengecilkan suara tangisnya. Tetapi, masih tak bisa menahan tangisnya untuk mengeluarkan segala kesal, marah, dan kecewa. "Jadi, apa yang buat lo nangis kayak gini?" tanya lagi Aby.

"Gue gondok banget, Aby," jawab gadis itu dengan raut wajah kesal.

"Kenapa?"

"Gue ditipu!" Lagi, tangis Maya malah pecah dengan suara yang tak sadar kembali keras.

"May, jangan keras-keras nangisnya!" peringat Aby, meskipun ia juga kaget sebenarnya. Siapa yang sudah menipu Maya?

"Oh iya, maaf," sesal Maya, dan kali ini berhenti menangis.

"Lo ditipu sama siapa?"

"Sama online shop abal-abal!"

"Jadi, ini judulnya penjual olshop ditipu sama olshop?"

Saat itu juga Aby mendapat pukulan di lengannya dari Maya, gadis itu tak terima diledek seperti itu.

Maya mengerucutkan bibirnya sebal, ia benar-benar gondok setelah tahu dirinya kena tipu. Bisa-bisanya penjual online shop, ditipu sama online shop abal-abal.

"Gimana ceritanya bisa sampai ketipu?" Lagi, Aby bertanya karena penasaran. Gadis pintar seperti Maya saja masih bisa kena tipu.

Lihat selengkapnya