Rumah Sepasang Luka

Reza Lestari
Chapter #24

Menjadi istri seutuhnya

Aby dan Maya tiba di kontrakan dengan kondisi basah kuyup, tiba-tiba di tengah jalan tadi hujan turun dengan deras. Membuat keduanya mau tak mau menerobos hujan, karena jika harus berteduh dulu malah akan semakin malam tiba di kontrakan.

Maya turun dari motor, dan membuka pintu lebar agar Aby bisa langsung memasukkan motor ke dalam. Mereka akan mengembalikan motor Bu Hartati besok pagi saja, karena tidak enak jika ke rumahnya sekarang. Pasti Bu Hartati sudah tidur.

"Langsung ganti baju, May. Kamu udah menggigil," kata Aby, setelah memarkirkan motor di ruang tengah kontrakan.

Maya mengangguk, lalu pergi ke kamar untuk mengambil baju ganti. Sedangkan Aby membersihkan lantai yang kotor karena ban motor menggunakan lap. Namun, tak lama kemudian tiba-tiba lampu mati begitu saja bersamaan dengan suara guntur yang menggelegar.

"Aaaa! Aby, aku takut geluduk!" teriak Maya dari arah kamar.

"Tunggu sebentar, May," sahutnya, lalu mengambil ponsel di dalam saku celana. Untungnya masih menyala, ia pun menyalakan senter ponsel. Sebelum akhirnya Aby berjalan menuju kamar, menggunakan penerangan yang minim itu.

"Ini kenapa bisa mati lampu, By?" tanya Maya, setelah melihat sinar senter dari ponsel Aby.

"Aku juga nggak tau," jawabnya, ia melihat gadis itu masih menggigil. Kenapa juga mati lampu di waktu yang tidak tepat? Jika begini, bagaimana mereka bisa ganti baju?

"Suara geluduknya keras-keras banget, aku beneran takut."

"Kamu tenang, ada aku di sini."

Aby melihat Maya mengangguk, lalu gadis itu mengalihkan pandangan ke sekeliling kamar. Sangat gelap, ia tak masalah jika hanya gelap saja sebenarnya. Namun, yang ia takutkan adalah mendengar suara guntur yang keras.

Duarrr ...

Maya tersentak mendengar suara guntur yang kembali menggelegar itu, dan terlonjak kaget saat merasa ada yang merayap di kakinya. Membuatnya tiba-tiba terjengkang ke belakang, setelah tak sengaja menginjak sepatu heels-nya yang ada di lantai. Tangannya yang tak sengaja menarik Aby untuk pegangan, malah membuat cowok itu seketika ikut tertarik ke depan karena tak siap untuk menahan. Hingga keduanya terjatuh di atas kasur dengan Aby yang menimpa tubuh Maya.

Tak lama kemudian, lampu kembali menyala, dan keduanya terdiam masih dalam posisi Aby berada di atas tubuh Maya. Mata mereka beradu, dengan dentuman detak jantung yang kencang saling bersahutan.

Maya memejamkan kedua matanya, ketika merasakan elusan lembut tangan Aby di pipinya. Tangan cowok itu sudah terasa hangat, membuat Maya menikmati elusan itu di pipinya yang masih dingin karena kehujanan.

Gadis itu kembali membuka matanya, ketika tangan Aby berhenti mengelus pipinya. Saat itu juga ia melihat wajah Aby yang begitu dekat dengannya, sangat dekat. Hingga beberapa detik kemudian, tubuh Maya dibuat mematung, dan kedua mata terbelalak shock dengan apa yang dilakukan Aby padanya tanpa ia sangka sebelumnya.

Aby mengecup bibirnya yang bergetar karena kedinginan, lalu melumatnya pelan, membuat gadis itu terkejut. Namun, tak bisa apa-apa selain mematung. Bahkan, otaknya dibuat tak bisa berpikir apa-apa. Maya nge-blank, dengan debaran jantung yang semakin kencang. Cowok itu baru saja mengambil ciuman pertamanya.

"A-Aby," sebutnya, ketika Aby berhenti melumat bibirnya dan kini menatap Maya dengan tatapan yang berbeda.

"Hm?"

Maya menelan ludahnya dengan susah payah, ia ingin berbicara, tapi bingung ingin berkata apa. Hingga akhirnya ia kembali merasakan bibir Aby menyentuh bibirnya lagi.

Gadis itu memejamkan kedua matanya, mulai terbuai dengan apa yang tengah dilakukan Aby padanya. Bahkan, jika tadi ia hanya terdiam dengan segala keterkejutannya, kali ini tanpa sadar ia membalasnya. Membuat senyuman tercetak di bibir Aby.

Maya melingkarkan tangannya di leher Aby, mengikis jarak yang memang sudah tak ada lagi di antara mereka. Semakin lama, semakin menuntut dan memanas, dengan debaran jantung keduanya yang saling bersahutan.

Maya tak pernah melakukan ini sebelumnya, kali ini adalah untuk yang pertama kalinya. Bahkan, Maya tak tahu apa yang harus ia lakukan setelahnya, selain mengikuti jalan dan instruksi yang diberikan Aby padanya.

Gadis itu juga bingung harus menjelaskan seperti apa lagi, bagaimana perasaannya sekarang, serta tak tahu bagaimana mencegahnya. Yang jelas, ia merasa kalau semuanya kembali dimulai dari malam ini.

--

Maya membuka kedua matanya, ketika mendengar suara alarm yang terus berbunyi. Mata Maya rasanya masih berat, karena ia baru saja tidur sekitar 1 jam lalu, mungkin. Tetapi, harus kembali dibangunkan oleh suara alarm itu.

Hal pertama yang ia lihat ketika membuka mata adalah wajah Aby yang terlelap, begitu dekat dengannya. Sampai ia bisa merasakan hembusan napas cowok itu menyapu wajahnya. Ia tak tahu kenapa bisa tidur sedekat ini dengan Aby, yang jelas, kedekatan mereka sekarang, tak sedekat kedekatan mereka tadi saat melakukan ibadah pertama, beberapa jam lalu.

Lihat selengkapnya