Rumah Sepasang Luka

Reza Lestari
Chapter #26

Pasar malam

Kedua mata Maya berbinar sejak pertama kali kakinya menapak di sebuah pasar malam. Ia juga tak henti-hentinya berdecak kagum melihat suasana pasar malam di sana, ia sangat senang sekali Aby mengajaknya ke sana.

"By, mau naik bianglala!" serunya sambil menggoyangkan tangan Aby.

"Antriannya masih panjang, May. Kita keliling pasar dulu aja, ya," kata Aby, yang hanya dibalas dengan anggukan perempuan itu.

Aby pun menggenggam tangan Maya, lalu menariknya untuk ikut bersamanya keliling pasar malam.

"Arum manis! By, mau itu!" seru lagi Maya antusias sambil menunjuk ke arah penjualan arum manis yang ada di sana.

Senyum Aby mengembang ketika melihat Maya yang sekarang terlihat seperti anak kecil, bahkan ia tak kuasa untuk menahan tangannya untuk tidak mengacak rambut perempuan itu dengan gemas.

"Ayo, kita beli," ajak Aby, yang dibalas dengan anggukan Maya berkali-kali. Lalu, perempuan itu menariknya mendekat stand penjual arum manis. "Bang, Arum manisnya satu," pesannya.

"Mana terasa makan satu. Aku mau tiga!" ujar Maya.

"Tapi, itu manis, May."

"Ya, namanya juga arum manis, berarti manis. Kalau asin namanya arum asin."

"Maksudnya, nggak baik makan yang manis-manis kebanyakan, May."

"Aku suka makanan manis, kalau beli satu cuma nyicip aja namanya. Jadi, tiga, yaa ...." Maya menunjukkan wajah memelasnya, membuat Aby tak bisa untuk menolaknya.

"Oke."

"Yes! Bang, tiga arum manisnya," pinta Maya.

"Mau yang mana aja, Mbak?" tanya penjual arum manis.

"Yang pink, biru, sama ungu," jawabnya yang langsung dituruti penjual itu.

Setelah mendapatkan arum manis, dan Aby yang membayarnya. Maya pun mengajak suaminya itu untuk duduk dekat tempat bianglala berputar untuk memakan arum manisnya sambil menunggu antrian bianglala habis.

"Mau nggak?" tawar Maya sambil menyodorkan arum manis pada Aby.

Lihat selengkapnya