Maya menatap jam di ponselnya, sekarang sudah menunjukkan pukul 11 malam. Namun, Aby tak kunjung pulang. Biasanya lelaki itu sampai rumah sebelum magrib, tapi kenapa sekarang belum pulang juga?
Setelah selesai kerja merenovasi rumah Bu Hartati, Aby kembali ikut kerja bersama Pak Gunawan, yang kebetulan tempat kerjanya tidak jauh dari daerah mereka tinggal. Untuk itu, Aby bisa pulang tiap hari, tidak seperti saat kerja di Bogor. Lelaki itu, hanya bisa pulang seminggu sekali saja.
Sudah 4 hari Aby kerja bersama Pak Gunawan, dan 3 hari kemarin lelaki itu sampai rumah selalu di jam yang sama, 15 menit sebelum azan magrib. Lantas, kenapa sekarang sudah pukul 11 malam belum juga pulang?
Maya sudah berusaha untuk menelepon lelaki itu sedari tadi, tapi tak kunjung ada jawaban. Chatt darinya pun belum ada satupun yang dibaca.
"Aby ke mana, sih? Bikin khawatir aja," ujarnya, ia merasa tak tenang sekarang.
Tak lama kemudian, ia mendengar suara motor yang berhenti di depan. Maya pun berjalan menuju jendela, mengintip motor siapa yang berhenti di depan.
"Aby," ucapnya, ketika melihat Aby yang baru saja memarkirkan motor di teras depan. Motor yang dibawa Aby adalah milik Bu Hartati.
"Assalamu—"
"Aby, kamu dari mana aja? Kenapa baru pulang? Kamu nggak lihat jam? Sekarang udah jam 11 malam," celoteh Maya ketika lelaki itu masuk.
"Assalamualaikum," balas Aby.
"Waalaikummussalam," ujar Maya, lalu mencium punggung tangan Aby yang dibalas lelaki itu dengan mencium dahi Maya. "Kamu dari mana aja? Kenapa baru pulang? Aku khawatir sama kamu, Aby. Kamu nggak kenapa-kenapa, kan?" Maya memutar tubuh Aby, memastikan jika suaminya itu pulang dalam keadaan baik-baik saja.
"Yang, udah. Aku nggak apa-apa, aku baik-baik aja," kata Aby yang dibuat pusing karena Maya terus memutar tubuhnya.
Perempuan itu menghela napasnya lega, setelah memastikan jika Aby memang tidak kenapa-kenapa dan pulang dalam keadaan baik-baik saja. Lalu, ia memukul lengan Aby kesal, membuat lelaki itu meringis.
"Kok, aku dipukul?" tanya Aby bingung.
"Habisnya kamu bikin aku khawatir, kenapa baru pulang, hah? Kamu dari mana?" tanya balik Maya.
"Aku habis kerja, Sayang. Lupa?"
"Aku nggak lupa, Aby. Tapi, 3 hari kemarin kamu pulang sebelum magrib, terus kenapa sekarang jam 11 malam kamu baru pulang?"
Aby menangkup wajah perempuan itu, lalu mengecup bibir Maya. Membuat Maya semakin kesal dibuatnya.
"Ih, Aby. Dijawab, bukan main nyosor aja," gerutu Maya.
"Abisnya kamu malah ngomelin aku, ya udah aku cium," balas Aby, lalu tersenyum tengil.