RUMAH SINGGAH

Lilis Alfina Suryaningsih
Chapter #30

Bab 29 | Tiada Kata Maaf

Setengah jam yang lalu, ia sengaja meminta Affan dan Dalvin untuk turun mencari makanan di kantin rumah sakit yang letaknya cukup jauh di lantai dasar. Ia juga sudah memastikan bahwa hari ini jadwal bimbingan belajar Alex sedang padat, sehingga anak bungsu itu tidak akan muncul dengan senyum palsunya. Ruangan itu kini hanya diisi oleh tiga orang: Syahrul, Pak Baskoro, dan Ibu Rahma.

"Pa, Ma, tolong duduk," ucap Syahrul memecah keheningan. Suaranya tidak lagi serak, melainkan terdengar sangat dingin dan terukur. "Ada yang harus kita bicarakan. Berdua saja dengan kalian. Empat mata. Dan tolong, jangan potong ucapan Syahrul sampai semuanya selesai."

Pak Baskoro dan Ibu Rahma saling berpandangan dengan kening berkerut. Mereka menangkap aura intimidasi yang ganjil dari putra mereka yang biasanya pendiam ini. Perlahan, keduanya menarik kursi mendekat ke sisi ranjang.

"Ada apa, Sayang? Kamu merasakan sakit lagi? Mau Mama panggilkan dokter?" tanya Ibu Rahma cemas, tangannya terulur hendak mengusap dahi Syahrul, namun remaja itu dengan halus menepisnya.

"Fisik Syahrul sudah jauh lebih baik, Ma," jawab Syahrul menatap lurus ke arah ibunya, lalu beralih menatap ayahnya. "Bang Affan sudah menceritakan semuanya. Di mana Kak Uki diusir, dan tentang semua tuduhan keji yang Papa lemparkan ke wajah orang yang sudah menukar nyawanya demi Syahrul."

Postur tubuh Pak Baskoro seketika menegang. Wajahnya mengeras, rahangnya terkatup rapat. "Syahrul, Papa tidak ingin membahas anak kurang ajar itu lagi. Dia sudah membahayakan nyawamu—"

"Syahrul bilang jangan potong ucapan Syahrul, Pa!" suara Syahrul mendadak naik satu oktaf, menggelegar di dalam ruangan steril itu hingga membuat kedua orang tuanya terkesiap. Napas Syahrul memburu, dadanya naik turun. Ia memejamkan mata sejenak, mengumpulkan kepingan kesabarannya. "Kalian selama ini buta. Benar-benar buta oleh ego dan ilusi keluarga sempurna yang kalian ciptakan sendiri."

Lihat selengkapnya