Blurb
Elde, seorang perantau yang terjebak tugas pelayanan publik, awalnya berencana membunuh rasa sepinya di hari Lebaran dengan tidur seharian. Namun, sebuah khotbah Idul Fitri yang menggetarkan batin dan undangan tak terduga dari seorang pria kaya mengubah segalanya.
Di rumah mewah itu, di balik tawa keluarga yang harmonis, Elde justru menemukan alegori pahit: sosok ibu dan anak yang mencuci piring di sudut dapur—sebuah potret kemiskinan struktural yang identik dengan silsilah keluarganya sendiri. Kegelisahan itu memicu misi besar dalam hidupnya: Elde ingin pulang menemui sanak kerabat bukan hanya sekadar untuk bersimpuh, melainkan untuk mencatat setiap luka, tawa, dan sejarah kemiskinan keluarganya ke dalam sebuah buku memoar agar kisah keluarganya abadi hingga anak cucunya.
Di akhir perjalanannya, Elde menemukan sebuah kebenaran tentang lelaki dewasa: bahwa, bagi seorang anak laki-laki, rumah masa kecil adalah tempat yang suatu saat harus ia lepaskan. Ia menyadari bahwa setiap kali ia kembali, ia bukan lagi sebagai pemilik rumah, melainkan seorang tamu yang hanya mampir untuk mengenang.